Polres TTS Lidik Dugaan Korupsi Dana Kapitasi Dinkes TTS

Penyidik Tipikor Polres TTS saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi dana kapitasi di Dinas Kesehatan Kabupaten TTS tahun anggara

Polres TTS Lidik Dugaan Korupsi Dana Kapitasi Dinkes TTS
Pos Kupang.com/Dion Kota
Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto DS., SIK 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Penyidik Tipikor Polres TTS saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi dana kapitasi di Dinas Kesehatan Kabupaten TTS tahun anggaran 2014 hingga 2016. Pengelolaan dana kapitasi senilai 4 Miliar terhendus korupsi pasalnya, jumlah obat dan jenis obat yang disalurkan tidak sesuai dengan kebutuhan puskesmas.

Hal ini diungkapkan Kapolres TTS AKBP Totok Mulyanto DS.,SIK saat dikonfirmasi pos Kupang melalui Kasat Reskrim Polres TTS, Senin (8/7/2019) di ruang kerjanya. Jamari mengatakan, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 32 kepala puskesmas dan bendahara Dinas Kesehatan terkait kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan, penyidik menemukan adanya penyaluran obat dari Dinas Kesehatan kepada puskesmas yang tidak sesuai jumlah dan jenis yang telah dianggarkan.

" Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi terkait kasus ini. Dan kita temukan adanya indikasi penyaluran obat yang tidak sesuai jumlah dan jenis yang telah dianggarkan," ungkap Jamari.

Bupati TTS Epy Tahun: Kita Lakukan Pendataan Sekolah Darurat untuk Segera Dibantu, Simak YUK

Terkait nilai kerugian negara dalam kasus tersebut, Jamari mengatakan, hal tersebut akan dihitung oleh BPKP Propinsi NTT. paskah pemerintah kepala puskesmas dan bendahara Dinas Kesehatan, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap sekertaris dan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Hosiana In Rantau.

" Untuk besaran kerugian negaranya nanti dari BPKP Propinsi NTT yang akan melakukan perhitungan," tegasnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten TTS, Religius Usfunan mengatakan, komisi IV sebagai mitra Dinas Kesehatan memang menerima banyak pengaduan dari puskesmas terkait stok obat di puskesmas yang kurang periode tahun 2014 hingga 2016.

Setelah dilakukan penelusuran diketahui jika pengadaan obat dilakukan secara sepihak oleh Dinas Kesehatan. Mirisnya, pengadaan obat ini tidak disesuaikan dengan kebutuhan dari puskesmas sehingga stok obat yang justru dibutuhkan kurang, sedangkan obat yang tidak terlalu dibutuhkan stoknya banyak.

" Setelah kita lakukan penelusuran ternyata pengadaan obat ini tidak berdasarkan kebutuhan puskesmas, tetapi sesuka Dinas Kesehatan saja," jelasnya.

Usfunan menegaskan komisi IV DPRD Kabupaten TTS mendukung penuh menuntaskan kasus dugaan korupsi dana kapitasi oleh Polres TTS. Hal ini dimaksudkan akan menjadi pembelajaran dalam pengelolaan dana kapitasi kedepan agar tidak lagi terjadi penyimpangan.

" Kita dukung penuntasan kasus ini agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak dalam pengelolaan keuangan negara," pungkasnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved