Nasib Suami-Istri Patah Kaki Tujuh  Bulan Tak  Berobat, Anak Putus Sekolah   

usib ah kecelakaan lalu lintas, Rabu, 23 Januari 2019 di Kota Ende, Pulau Flores, membekas kuat dalam benak pasangan suami istri Guido Fan A

Nasib Suami-Istri Patah Kaki Tujuh  Bulan Tak  Berobat, Anak Putus Sekolah   
Pasangan suami  istri  Guido Fan Areso (39), dan Yoventa Timb
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A Pasangan suami  istri  Guido Fan Areso (39), dan Yoventa Timbu (35) di Desa Nangatobong,  Kecamatan Waigete,  31 Km  arah  timur  Kota Maumere, Pulau  Flores. 

POS-KUPANG.COM,MAUMERE---Musib ah   kecelakaan lalu lintas, Rabu, 23   Januari  2019 di  Kota Ende,  Pulau  Flores,  membekas kuat dalam  benak pasangan suami istri Guido Fan Areso (39), dan Yoventa Timbu (35).

Sebuah  mobil  menabrak  keduanya  hingga  patah  tulang.  Sempat dibawa berobat di  RSUD  Ende,  namun  ketika sadar  keduanya   keluar dari rumah sakit dan langsung pulang   ke  kampung  di  Dusun Ahuwair, Desa Nangatobong, Kecamatan Waigete,  31  Km arah  timur Kota Maumere.

Menempati sebuah  gubuk  reot,  Guido  dan   Yuventa sulit bergerak. Untuk   berjalan, Guido  menggunakan  tongkat.   Tak  ada  aktivitas  yang bisa  dilakukan keduanya. Sang  istri, Yuventa kini  hamil delapan bulan anak ketiga.

Sepasang Kekasih Perempuan Masih SMP, Nggak Tahan Mesum di Toilet Masjid,  Kepergok Warga

"Tidak bisa kerja. Untuk makan, kami tunggu belas kasih dari tetangga. Ada yang datang bawa beras, minyak goreng, ikan dan sayur ke sini. Ada yang ikhlas sambung listrik ke sini gratis. Air juga kami dapat dari tetangga. Mereka tahu kami tidak bisa buat apa-apa. Kalau tidak ada tetangga, kami sekeluarga bisa mati kelaparan di sini,"  keluh Guido, kepada  POS-KUPANG.COM,  Senin  (8/7/2019).

Gubuk  yang ditempati  pasangan suami  istri dengan dua anak peninggalan orang tua Guido.Tidak  ada perabot  di dalamnya. Untuk tidur beralas anyaman bambu.

“Kami hanya pasrah kepada Tuhan. Semoga istri baik-baik saja sampai melahirkan nanti," ungkap Guido menetes air mata. 

Tidak   yang  bisa menafkahi,  anak sulung berusia sembilan tahun berhenti sekolah di kelas 2 SD, sedangkan anak kedua yang berumur 6 tahun pun belum pernah merasakan bangku sekolah. (laporan wartawan pos-kupang.com,  eginius  mo’a)

 

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved