Festival Literasi Siap Digelar di Lembata Bulan Depan

Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan akan menyelenggarakan Festival Literasi pada 22-24 Agustus 2019 di Kota Lewoleba

Festival Literasi Siap Digelar di Lembata Bulan Depan
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Longginus Lega 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan akan menyelenggarakan Festival Literasi pada 22-24 Agustus 2019 di Kota Lewoleba.

Ini merupakan festival literasi edisi kedua yang digelar sebagai salah satu rangkaian dari Festival 3 Gunung. Anak sekolah, pihak pemerintah, swasta dan semua masyarakat dipastikan akan terlibat dalam festival ini. Dalam festival akan ada perlombaan baca puisi, cerita rakyat, cerdas cermat, melukis, seni budaya, karnaval literasi, bedah buku dan wisata literasi.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, Longginus Lega, menyebutkan literasi merupakan sebuah gerakan nasional dalam rangka mendorong minat baca masyarakat.

"Karena ini gerakan dan melibatkan semua stakeholder dan kita punya inovasi. Yang namanya gerakan kita harus dikampanyekan secara masif. Salah satu medianya adalah festival," ungkap Longginus saat ditemui di ruang kerjanya di Lewoleba, Senin (8/7/201).

Festival Inerie 2019 : Sekda Ngada Ajak Masyarakat Ngada Rawat dan Lestarikan Budaya

Dia mengatakan literasi adalah tugas semua masyarakat bukan hanya tugas dan tanggungjawab pemerintah.

"Ini pra-event menuju festival 3 gunung."
Tahun lalu Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando yang membuka Festival di Lembata. Kini pihaknya pun masih melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat karena ada juga kegiatan roadshow perpustakaan nasional yang dilaksanakan setiap tahun di kabupaten/kota di Indonesia.

"Kita komunikasikan supaya roadshow itu terjadinya di Lembata. Sehingga pada saat yang sama kita laksanakan Festival Literasi. Jadi kita bersinergi," tegasnya.

Jika ada tokoh nasional yang bisa hadir, lanjutnya, tentu saja akan ada juga seminar kebangsaan bertemakan pancasila untuk memperkuat landasan kebangsaan Pancasila generasi muda.

Festival tahunan ini akan jadi salah satu ajakan bagi masyarakat, lembaga pendidikan dan semua pihak untuk mendorong minat baca anak bangsa.

Perihal kunjungan ke perpustakaan, dia mengakui jumlah warga yang memanfaatkan perpustakaan daerah masih sangat rendah. Sarana perpustakaan yang belum memadai jadi salah satu faktor perpustakaan belum menjadi daya tarik masyarakat.
"Kita harus sadari benar. Ini salah satu kendala," tandasnya.

Dia optimis minat baca masyarakat akan terus didorong melalui penyediaan fasilitas perpustakaan yang bagus.

Pemerintah daerah sendiri sudah menyiapkan bekas rumah jabatan bupati yang akan direhab menjadi perpustakaan dengan fasilitas memadai.

"Pemenang tendernya sudah ada. Kita mau rehab dia. Sudah dianggarkan. Tahun 2019 ini sudah mulai rehab," pungkas dia. (*)

 

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved