Delapan Kapal Barang Masuk ke Pelabuhan Wini Setiap Bulan, Simak Penjelasannya

Pelabuhan Wini merupakan salah satu pelabuhan yang berada di wilayah pantai utara Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Dalam sebulan, kapal barang yang

POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
/Ratusan kontainer milik PT Meratus berada di pelabuhan Wini. Gambar diambil, Jumat (5/7/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Pelabuhan Wini merupakan salah satu pelabuhan yang berada di wilayah pantai utara Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Dalam sebulan, kapal barang yang masuk dan melakukan aktifitas bongkar muat barang di pelabuhan tersebut bervariasi jumlahnya.

"Kapal masuk setiap bulan bervariasi, bisa sampai delapan unit kapal, ada yang enam unit, samai empat unit kapal yang masuk. Jadi kadang bisa delapan unit satu bulan," kata Koordinator Pelabuhan Wini Yustinus Mala kepada Pos Kupang saat ditemui, Jumat (5/7/2019).

Yustinus mengatakan, kapal sebanyak itu biasanya melakukan aktifitas bongkar muat sebanyak ribuan kontainer dalam sebulan. Kontainer tersebut kemudian di distribusikan ke negara tetangga Timor Leste dan sebagiannya lagi didistribusikan ke Atambua dan Kefamenanu.

Jokowi Dalam Rencana Panen Perdana  Garam di Nunkurus, Kabupaten Kupang-NTT

"Kontainer yang masuk juga bervariasi. Jadi kontainer ada dua jenis, kontainer 20 fit, dan 40 fit. Kontainer 20 fit biasanya per kapal yang masuk bongkar biasanya 200 sampai 300 unit. Kalau satu bulan ya bisa mendekati 1000 kontainer. Bahkan ada yang sampai 2000 unit kontainer," jelasnya.

Yutinus menuturkan, perusahaan kontainer yang biasanya masuk berasal dari PT Meratus dan AMS. Kedua perusahaan tersebut sering melakukan aktifitas bongkar muat di pelabuhan Wini.

Sedangkan untuk kapal semen, jelas Yustinus, hanya dua bulan sekali bersandar di pelabuhan Wini. Kapal semen biasanya melakukan bongkar muat semen sebanyak sekira 4.000 ton semen.

"Semen itu biasanya dari Makassar. Biasannya semen Tonasa. Semen ini didistribusikan ke Atambua, ke Oecusse, ke Maliana, ke Suai, dan sebagian juga ke Kefa," jelasnya.

Yustinus menambahkan, selain kapal semen, kapal ternak juga sering melakukan aktifitas bongkar muat di pelabuhan Wini. Biasannya menggunakan kapal tol laut untuk memuat ternak yang akan diantarpulaukan.

"Kapal tol laut ini biasanya ke Kalimantan. Kapal ini biasanya sebulan sekali, tergantung jumlah ternak kita yang ada di wini untuk diantarpulaukan ke Kalimantan," ungkapnya.

Sebagian lagi, tambah Yustinus, ternak yang berasal dari Wini di juga kirim ke Sulawesi tepatnya ke Jeneponto. Ternak yang biasa di kirim ke sana yakni kerbau, sapi, kuda, dan kambing.

Yustinus menjelaskan, kehadiran pelabuhan Wini saat ini sangat membantu masyarakat Kabupaten TTU meskipun banyak pengusaha belum maksimal memanfaatkan pelabuhan tersebut.

"Tetapi masyarak disekitar, mereka sangat menikmati masuknya kapal di pelabuhan Wini, karena ada perputaran ekonomi yang mereka rasakan," terangnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved