Aset Perbankan Triwulan I 2019 Tumbuh Melambat

Stabilitas sistem keuangan Provinsi NTT selama triwulan I 2019 tetap terjaga di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi daerah sesuai pola siklus tahun

Aset Perbankan Triwulan I 2019 Tumbuh Melambat
BI KPw Provinsi NTT untuk POS-KUPANG.COM
BICARA - Deputi Kepala Perwakilan -Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Muhammad Syahrial didampingi Deputi Kepala Perwakilan -Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan & Administrasi Eddy Junaedi (kiri), serta Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan, Handrianus Paulus Asa saat menyampaikan materi kepada wartawan di KPw BI Provinsi NTT

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Stabilitas sistem keuangan Provinsi NTT selama triwulan I 2019 tetap terjaga di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi daerah sesuai pola siklus tahunan dan sedikit meningkatnya rasio kredit bermasalah.

Kondisi tersebut tercermin dari tingkat intermediasi perbankan yang menurun seiring masih terbatasnya investasi pemerintah dan swasta.

Pertumbuhan kredit rumah tangga melambat menjadi 6,95% (yoy) dari triwulan sebelumnya 13,36% (yoy) dengan sedikit peningkatan rasio kredit bermasalah menjadi 1,36%. Kredit korporasi mengalami kontraksi sebesar -5,28% (yoy) sebagaimana tren triwulan sebelumnya di tengah rasio kredit bermasalah yang masih tinggi yakni 6,99%.

Berdasarkan Kajian Ekonomi Regional Provinsi NTT yang disiarkan melalui website www.bi.go.id yang dikutip POS-KUPANG.COM, Senin (8/7/2019), di sisi lain, akselerasi pertumbuhan kredit UMKM sebesar 22,02% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya 19,15% (yoy) diikuti dengan meningkatnya rasio kredit bermasalah menjadi 3,42% dari sebelumnya 2,76%.

Sementara itu, aset perbankan pada triwulan I 2019 tumbuh melambat sebesar 6,84% (yoy) dibandingkan triwulan IV 2018 yang mencapai 11,67% (yoy).
Pada siaran tersebut juga dirilis, penyelenggaraan sistem pembayaran dan pengolahan uang rupiah.

Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Muhammad Syahrial menjelaskan pada triwulan I 2019, transaksi pembayaran tunai di Provinsi NTT menunjukkan kondisi net inflow sebesar Rp 2,25 triliun meningkat 2,83% (yoy) dibandingkan triwulan I 2018.

Sistem pembayaran nontunai juga mengalami peningkatan dibandingkan triwulan I 2018 yang tercermin dari peningkatan Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI RTGS), uang elektronik, dan penambahan agen Layanan Keuangan Digital (LKD).

Sementara itu, transaksi penukaran valuta asing melalui Penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA BB) di Provinsi NTT juga mengalami peningkatan pada triwulan I 2019 seiring dengan peningkatan jumlah wisman di Provinsi NTT.(*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved