BREAKING NEWS: Di Kodi Utara-NTT, Sumba Barat Daya, Puluhan Hektar Tanaman Jagung Gagal Panen

Puluhan hektar tanaman jagung musim tanam II tahun 2019 di wilayah Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya terancam gagal panen.

BREAKING NEWS: Di Kodi Utara-NTT, Sumba Barat Daya, Puluhan Hektar Tanaman Jagung Gagal Panen
Pos kupang.com/Petrus Piter
Desa Hameli Ate, Sumba Barat Daya, Martinus Wakurkaka 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM/TAMBOLAKA---Puluhan hektar tanaman jagung musim tanam II tahun 2019 di wilayah Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya terancam gagal panen.

Hal itu karena tanaman jagung yang mulai tumbuh tinggi bahkan sebagian mulai berbunga terancam mati akibat panas berkepanjangan.

Daun, batang hingga bunga nampak kering akibat panasnya sinar matahari. Selama dua bulan berturut-turut ini tidak turun hujan sehingga daun jagung mulai kering dan sebagian tanaman jagung berbunga juga kering akibat terkena panas teriknya matahari.

Kondisi itu menyebabkan para petani mengalami kerugian cukup besar. Padahal komoditi jagung memiliki harga yang cukup baik.

BREAKING NEWS: Anita Bocah 9 Tahun Terperosot dan Tenggelam di Muara Pota Saat Cari Siput

Martinus Wakurkaka, salah seorang petani perintis tanaman komodtiti jagung yang berorientasi bisnis di Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya yang ditemui wartawan POS-KUPANG.COM, di Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya, Sabtu )6/7/2019) mengatakan, untuk nusim tanam jagung II ini, hanya sekitar 50 persen yang berhasil menanam jagung ke-II. Dari jumlah tersebut juga hanya 50 persen yang berhasil memanen dengan baik. Kondisi itu akibat tidak turun hujan selama dua bulan terakhir ini.

Untuk itu, ia meminta untuk musim tanam mendatang, hendaknya pemerintah memfasilitasi menyediakan benih tepat waktu sehingga petani menanam tepat waktu pula.

Martinus Wakurkaka mengatakan, setiap tahun memanen puluhan ton jagung, labu lilin dan lain-lain. Biasanya jagung tersebut jual kepada pengusaha dengan harga cukup baik yakni Rp 2.500/kg hingga Rp 3.000/kg.

Karena itu ke depan akan mengajak para petani lainnya menanam jagung sebanyaknya. Hal itu karena selama ini, petani menanam jagung hanya berorientasi konsumsi dan bukan orientasi bisnis. Ke depan akan mendorong petani lebih banyak menanam jagung memanfaatkab lahan tidur yang tersedia.

Dan untuk mendorong petani meningkatkan produksi jagung maka pemerintah juga harus membukan indtsri pengolahan pakan ternak di daerah ini. Hal itu demi memberi tambahan pendapatan bagi petani. Dengan demikian, kondisi kehidupan petani lebih baik ke depan.

Pantaun POS-KUPANG.COM di wilayah Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya, Sabtu (6/7/2019), sebagian besar tanaman jagung mati, sebagian tumbuh kerdil dan sebagian lainnya mulai kering akibat panas berkepanjang. Kondisi itu terjadi di wilayah Desa Hameli Ate hingga sepanjang jalur pantura Kodi, Sumba Barat Daya.

Bahkan sebagian petani mulai mencabut tanaman jagung untuk makanan hewan piaraan seperti kerbau, sapi dan kuda. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved