Penyidik Polres Sumba Barat Kebut Periksa Kades Dan Bendahara Desa

Pemeriksaan itu diperkirakan terus berlangsung hingga satu dua hari ke depan.

Penyidik Polres Sumba Barat Kebut Periksa Kades Dan Bendahara Desa
KOMPAS.com/Dok. HaloMoney.co.id
Ilustrasi uang 

Penyidik Polres Sumba Barat Kebut Periksa Kades Dan Bendahara Desa

POS-KUPANG.COM|TAMBOLAKA--Penyidik Polres Sumba Barat kebut memeriksa puluhan kepala desa, bendahara dan sekretaris desa yang telah menyetor dana kegiatan bimbingan teknis aparatur desa tentang penataan peraturan kewenangan desa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di ruang tipikor Polres Sumba Barat selama dua hari berturut-turut, Kamis (4/7/2019) hingga Jumat (5/8/2019).

Pemeriksaan itu diperkirakan terus berlangsung hingga satu dua hari ke depan.

Pemeriksaan itu untuk mengungkap alur lahirnya kegiatan bimtek aparatur desa pada tahun anggaran 2019 dan besaran anggarannya sebagaimana telah ditetapkan pada APBDes 173 desa se-Kabupaten Sumba Barat Daya pada tahun 2019.

Beberapa kepala desa yang ditemui pos kupang di Kantor Polres Sumba Barat, Kamis (4/7/2019 dan Kamis (5/7/2019) mengaku, telah menyetor uang ke panitia Bimtek dengan besaran nominal uang variatif yakni Rp 44 juta hingga Rp 54 juta.

Terkait Penetapan Kadis PMD dan Kabid Pemdes PMD SBD Jadi Tersangka, Ini Kajian Akademisi

TAHAJUD! Ini Bacaan Doa Sholat Tahajud, Niat, Tata Cara, Salat Tahajud Sesuai Ajaran Rasulullah

Misalnya satu desa mengutus 4 orang mengikuti bimbingan teknis maka harus menyetor ke panitia sebesar Rp 44 juta minus uang saku.

Besaran anggaran bimtek per orang Rp 13.500.000 terdiri dana transportasi pesawat pergi pulang Tambolaka, SBD-Jakarta Rp 6 juta, uang kontribusi peserta Rp 5 juta dan uang saku Rp 2.500.000 atau total Rp 13.500.000/orang.

Uang yang disetor ke panitia hanya Rp 11 juta. Sedangkan uang saku sebesae Rp 2.500.000 disimpan sendiri peserta.

Namun demikian, ada juga kepala deisa mengaku bendahara desa telah menyetor 54 juta ke panitia bimtek kaarena selain menyetor 44 juta juga menyetor uang saku Rp 10 juta milik empat orang peserta bimtek. Uang saku per orang Rp 2.500.000.

Para kepala desa mengaku menjawab apa saja yang ditanya penyidik tentang program bimtek hingga pelaksanaan kegiatan bimtek di Jakarta tanggal 11-15 Juli 2019.

Hal itu demi mempercepat proses pemeriksaan. Para kepala desa mengaku menjawab sesuai apa yang dilakukannya biar pemeriksaan cepat selesai.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved