VIDEO: Curhat Orangtua Murid SD Paralel Mbinu Dita, untuk Bupati Sumba Timur

VIDEO: Curhat Orangtua Murid SD Paralel Mbinu Dita, untuk Bupati Sumba Timur

VIDEO: Curhat Orangtua Murid SD Paralel Mbinu Dita, untuk Bupati Sumba Timur

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - VIDEO: Curhat Orangtua Murid SD Paralel Mbinu Dita, untuk Bupati Sumba Timur

Disaksikan POS-KUPANG.COM, bangunan sekolah dasar (SD) Pararel Mbinu Dita di Desa Mbinu Dita, Kecamatan Ngaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi NTT, Negara Republik Indonesia untuk tempat kegiatan belajar mengajar sangat memprihatikan.

Ruang untuk proses belajar mengajar oleh para siswa dan guru itu seperti 'kandang' ternak.

Karena Kondisi yang tak pantas dan lagak untuk tempat belajar mengajar bagi siswa dan para guru, para orang tua murid dan masyarakat Desa Mbinu Dita meminta kepada pemerintah baik pemerintah daerah, pemerintah propinsi NTT, dan pemerintah pusat untuk membangun gedung yang layak untuk proses belajar mengajar di sekolah itu.

Gedung SD Mbinu Dita, di Kabupaten Sumba Timur, NTT.
Gedung SD Mbinu Dita, di Kabupaten Sumba Timur, NTT. (POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO)

"Kita sebagai orang tua murid dan masyarakat setempat, tentu sangat berharap semoga pemerintah bisa membantu membangun fasilitas dan sarana-prasarana sekolah sehingga menjadi sekolah yang layak untuk proses belajar mengajar. Ini harapan kami sehingga anak-anak kami juga merasakan sekolah yang layak seperti anak-anak di sekolah-sekolah lain,"ungkap orang tua sekaligus tokoh masyarakat Desa Mbinu Dita Apryanto Hangga, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (5/7/2019).

Apryanto juga menjelaskan, SD paralel Mbinu Dita merupakan mekar dari tiga sekolah Induk yakni dari SDN Waitama, Desa Tandulajangga, SDN Praipaha di Desa Praipaha, dan SD Maradadita.

Apryanto mengatakan, dimekarkan dari tiga sekolah induk, sebab sejauh ini para siswa khususnya di kelas 1 dan 2 sangat jauh menempuh jarak sekitar 5 Kilometer bahakan hingga 6 kilometer menuju SD Maradita untuk bersekolah di tiga sekolah induk itu.

Karena kondisi jarak yang begitu jauh, kata Apryanto banyak sekali anak-anak mereka di desa Mbinu Dita untuk melanjutkan sekolah ke kelas lebih tinggi, sebab kondisi jarak yang jauh membuat anak-anak terutama kelas awal jarang masuk sekolah Karena kecapean. Selain itu, karena kondisi jarak yang jauh dan banyak absen maka banyak anak juga tahan kelas.

Karena merasa prihatin dengan kondisi anak mereka seperti itu, kata Apryanto, atas inisiasi masyarakat Desa Mbinu Dita, membuka SD Pararel Mbinu Dita untuk mengatasi persoalan itu, sebab dunia pendidikan sangatlah penting untuk membangun pribadi anak yang baik, serta membangun daerah dan Bangsa ini ke depan.

Kondisi SD Mbinu Dita, di Kabupaten Sumba Timur, NTT
Kondisi SD Mbinu Dita, di Kabupaten Sumba Timur, NTT (POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO)
Halaman
123
Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved