Mantan Plt Ketum PSSI Joko Driyono Dituntut 2,5 Tahun, Ini Perkara yang Menjeratnya

Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyonodituntut hukuman 2 tahun 6 bulan penjara atas perbuatan merusak barang bukti terkait skandal pengaturan skor.

Mantan Plt Ketum PSSI Joko Driyono Dituntut 2,5 Tahun, Ini Perkara yang Menjeratnya
Foto/ANtaranews.com
Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (tengah) mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (26/3/2019) dinihari. 

POS KUPANG.COM -- Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyonodituntut hukuman 2 tahun 6 bulan penjara atas perbuatan merusak barang bukti terkait skandal pengaturan skor.

Tuntutan itu dibacakan jaksa penuntut umum dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019).

"Menuntut Majelis Hakim yang mengadili perkara ini menjatuhkan pidana terhadap terdakwa 2 tahun 6 bulan," kata Jaksa Penuntut Umum Sigit Hendradi.

Ayo Cicipi Naget Pisang Kaesang, Gerai Pertama Dibuka di Pulau Timor

Chris John Siap Terima Tantangan Gubernur NTT di Ring Tinju, Gubernur Viktor Lasikodat Siap Tanding

JPU menilai terdakwa terbukti melanggar pasal 235 jo pasal 233 Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

"Secara bersama-sama dengan sengaja menghancurkan, merusak, membikin tidak dapat dipakai, menghilangkan barang-barang yang digunakan untuk meyakinkan atau membuktikan sesuatu di muka penguasa yang berwenang, akta-akta, surat-surat, atau daftar-daftar yang atas perintah penguasa umum terus-menerus atau untuk sementara waktu disimpan yang masuk tempat kejahatan dengan memakai anak kunci palsu atau perintah palsu," ucap Jaksa.

Dalam menyusun tuntutan, Jaksa mempertimbangkan hal yang meringankan dan memperberat tuntutan.

Hal yang meringankan, yakni Jokdir dinilai sopan dan kooperatif dalam persidangan.

Sedangan untuk hal yang memberatkan, Jokdri dinilai terbukti mempersulit penyidikan yang ditangani Satgas Antimafia Bola.

Selanjutnya, tim pengacara akan mengajukan pleidoi atau pembelaan pada Kamis (11/7/2019). Sidang pembacaan tuntutan sebelumnya sudah dua kali ditunda karena jaksa belum siap. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved