Kematian Nimrod Tameno, Keluarga Korban Akan Audiens dengan Polda NTT

eluarga Almarhum Nimrod Tameno akan melakukan audiens dengan Polda NTT. Audiens ini dimaksudkan agar mengetahui perkembangan penanganan kasus t

Kematian Nimrod Tameno, Keluarga Korban Akan Audiens dengan Polda NTT
ISTIMEWA -
Inilah lokasi Nimrod Tameno saat ditemukan tidak bernyawa di Besmetan, Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Senin (29/10/2018) lalu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - Keluarga Almarhum Nimrod Tameno akan melakukan audiens dengan Polda NTT. Audiens ini dimaksudkan agar mengetahui perkembangan penanganan kasus tersebut.

Isak Tameno,.S.H anak kandung korban ,Kamis (4/7/2019) mengatakan, keluarga berencana melakukan audiens dengan Polda NTT.

Audiens ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan penyelidikan selain untuk memberi informasi tambahan kepada penyidik terkait posisi kasus.

"Kita rencana ke Polda NTT untuk audiens. Memang kita sudah ke Polda,tapi belum berhasil bertemu pimpinan," kata Isak.

Dikatakan, rencana audies itu akan dilakukan dengan Wakapolda NTT,namun saat yang bersamaan Wakapolda NTT sedang melakukan tugas sehingga pertemuan ditunda.

Chris John Siap Terima Tantangan Gubernur NTT di Ring Tinju, Gubernur Viktor Lasikodat Siap Tanding

"Kami koordinasi ke Polda pada Kamis (4/7/2019), ternyata pak Wakapolda lagi kegiatan sehingga pertemuan dengan kami ditunda," katanya.
Untuk diketahui, Nimrod Tameno (78).

Warga Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat,Kabupaten Kupang ini diduga meninggal karena dibunuh pada Senin (29/10/2018) lalu.
Sebelumnya, juga Isak mengatakan, sampai saat ini, pihak keluarga melihat tidak ada peningkatan dalam penyelidikan. Padahak pihak keluarga berharap polisi sudah menemukan pelaku pembunuhan.

"Kasus kematian ayah saya ini bukan karena jatuh dari pohon, tetapi dibunuh," katanya.

Ayo Cicipi Naget Pisang Kaesang, Gerai Pertama Dibuka di Pulau Timor

Isak mengatakan, alasan pihaknya mengatakan, kematian ayah mereka bukan jatuh dari pohon saat memotong daun untuk makanan ternak (sapi) , melainkan dibunuh. Karena lanjutnya, bentuk pemotongan pada dahan pohon itu menyamping ke kiri, sementara korban adalah orang kidal sehingga bentuk potongan dahan itu harus menyamping ke kanan.

" Inilah bukti bahwa dahan pohon itu bukan dipotong oleh ayah saya. Bahkan, kondisi ayah saya di bawah pohon ditutup oleh daun lamtoro/petes. Logikannya, kalau ayah saya jatuh setelah potong daun, maka posisi tubuh ayah saya semestinya di atas daun lamtoro, sehingga kuat dugaan ayah saya dipotong atau dibunuh," ujarnya.

Dikatakan, kondisi saat itu,yakni korban ditindas oleh daun lamtoro dan seolah-olah korban yang memotong daun dan terjatuh dari atas pohon. "Apakah kejanggalan ini mendapat perhatian dari Polda NTT atau tidak, saya tidak tahu," ujarnya.

Dia mengakui, dalam penanganan kasus kematian ayahnya, bahwa sebenarnya keluarga korban telah mendapatkan satu keterangan hasil wawancara dengan oknum berinisial OT yang mengatakan,dirinya yakin bahwa korban dibunuh oleh oknum berinisial YT.

"Kami berharap keterangan ini bisa ditelusuri lebih dalam oleh penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda NTT. Mengapa OT yakin pembunuh ayah saya adalah YT? . Keterangan OT tersebut dikuatkan dengan video rekaman yang ada pada kami," ujar Isak.

Dia berharap penyidik Polda NTT dapat melihat video tersebut yang merupakan hasil percakapan yang mereka lakukan secara pribadi, sehingga dapat digunakan sebagai jalan untuk membuat jelas kasus kematian ayahnya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved