Sebanyak 64 Sekolah Baru Tingkat SD dan SMP di Kabupaten TTS Masih Darurat

Hingga Juli tahun 2019, di Kabupaten TTS terdapat 64 sekolah baru tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama yang gedungnya masih darurat

Sebanyak 64 Sekolah Baru Tingkat SD dan SMP di Kabupaten TTS Masih Darurat
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa 

Sebanyak 64 Sekolah Baru Tingkat SD dan SMP di Kabupaten TTS Masih Darurat

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE- Hingga Juli tahun 2019, di Kabupaten TTS terdapat 64 sekolah baru tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang gedungnya masih darurat.

Dengan rincian, 36 gedung SD dan 28 gedung SMP.
Gedung sekolah darurat ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat dan mayoritas belum memiliki kepala sekolah definitif.

"Untuk Kabupaten TTS hanya sekolah baru yang definitif tahun 2018 yang gedung sekolahnya masih darurat. Hal ini dikarenakan, sebelumnya sekolah tersebut hanya merupakan tambahan ruangan kelas dari sekolah induk. Gedungnya pun dibangun secara darurat oleh masyarakat setempat," ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (4/7/2019) di ruang kerjanya.

3 Tahun Belajar di Tenda Darurat, Siswa SMPN 3 Waigete Akhirnya Miliki Gedung Sekolah

Oleh sebab itu, kata Edison,  pihaknya terus mendorong agar plt kepala sekolah bisa segera mengurus nomor pokok sekolah Nasional dan dapodik guru dan siswa, sehingga kedepan jika ada menu DAK, baik untuk unit sekolah baru maupun pembangunan ruang kelas baru sekolah yang baru definitif bisa mendapatkan bantuan tersebut. 

Di luar sekolah baru lanjut Edison, untuk SD diakuinya masih ada sekolah yang memiliki gedung dalam keadaan rusak ringan hingga berat yang presentasenya mencapai 20 hingga 30 persen dari total sekolah sebanyak 540 unit.Sedangkan untuk SMP, di luar 28 sekolah baru dari total 172 sekolah, seluruh gedungnya masih dalam kondisi baik.

"Untuk gedung SD memang ada sekolah yang gedungnya saat dalam keadaan rusak ringan maupun berat karena termakan usia atau terkena bencana. Sedangkan untuk gedung SMP di luar sekolah baru seluruhnya dalam kondisi baik," jelasnya.

Sedih, Siswa SMPN 3 Waigete Sikka Ujian di Tenda Darurat

Setiap tahunnya, lanjut Edison, 50 sampai 60 sekolah di Kabupaten TTS menerima bantuan baru melalui DAK maupun DAU. Bantuan ini baik untuk pembangunan unit sekolah baru, tambahan ruang kelas, pembangunan lab atau perpustakaan hingga pembangunan MCK dan pagar sekolah. 

Tahun ini untuk SD mendapat bantuan rehab untuk 35 unit SD, pembangunan 9 MCK di sembilan SD, pembangunan rumah dinas untuk 17 sekolah, pembangunan ruang kelas baru untuk 6 sekolah masing-masing 2 ruang kelas.

Sedangkan untuk SMP, ada bantuan ruang kelas baru untuk 7 sekolah, bantuan rumah dinas untuk 4 sekolah, pembangunan 8 MCK untuk 8 sekolah, pembangunan perpustakaan untuk 3 sekolah, pembangunan Lab IPA untuk 5 sekolah, bantuan rehab untuk 20 sekolah.

Pemprov Lambat Tangani, Forkopimcam Amsel Lakukan Perbaikan Darurat Jembatan Maiskolen

Selain itu, ada juga bantuan dari pihak luar, seperti lion club Surabaya yang membangun gedung sekolah untuk SD negeri Tububesak.

"Tiap tahun ada dana dari DAK maupun DAU yang dialokasikan untuk membangun fasilitas baru atau merehab fasilitas gedung sekolah untuk sekitar 50 sampai 60 sekolah termaksud untuk sekolah yang baru menerima SK di tahun 2018," ujarnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved