Wakil Ketua PGRI NTT: Sistem Zonasi Batasi Kebebasan Anak Untuk Pilih Sekolah

Wakil Ketua PGRI Provinsi NTT menilai penerapan sistem zonasi dalam PPDB 2019-2020 merupakan pembatasan kebebasan anak untuk memilih sekolah

Wakil Ketua PGRI NTT: Sistem Zonasi Batasi Kebebasan Anak Untuk Pilih Sekolah
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Suasana verifikasi administrasi PPDB 2019 SMAK Giovanni Kupang, Senin (17/6/2019) siang. 

Wakil Ketua PGRI NTT: Sistem Zonasi Batasi Kebebasan Anak Untuk Pilih Sekolah

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Wakil Ketua PGRI  Provinsi NTT menilai penerapan sistem zonasi dalam PPDB tahun pelajaran 2019-2020 merupakan pembatasan kebebasan anak untuk memilih sekolah.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua PGRI Provinsi NTT, Drs
Zacharias Angkasa,M. Sc, Rabu (3/7/2019).

Menurut Zacharias, pemberlakuan zonasi adalah upaya membatasi hak anak memilih sekolah.

"Ini bagi kami pemerintah sudah membatasi kebebasan anak untuk memilih sekolah yang dia senang.
Zonasi ini membatasi juga minat anak," kata Zacharias.

Dijelaskan, anak yang memilih sekolah dan sebenarnya orang tua dan pemerintah hanya mengikuti saja.

"Kalau tidak ikut, anak bilang orang tua saja yang sekolah. Sistem ini diubah ,karakteristik daerah. Biarlah daerah mengatur sendiri, biar orang NTT atur zonasi, keingainnan anak jangan dibatasi," katanya.

Dikatakan, belajar itu fun /menyenangkan, karena kalau mengatus zonasi ini juga memengaruhi psikologis anak. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved