Sidak Tim Terpadu Terhadap Kapal Wisata Di Labuan Bajo, Masih Banyak Kapal Tidak Lengkap Surat

Tim terpadu di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) melakukan Sidak terhadap kapal-kapal wisata di Pelabuhan Labuan Bajo, Rabu (3/7/2019) pagi

Sidak Tim Terpadu Terhadap Kapal Wisata Di Labuan Bajo, Masih Banyak Kapal Tidak Lengkap Surat
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Suasana Sidak terhadap kapal-kapal wisata di Labuan Bajo, Rabu (3/7/2019). 

Sidak Tim Terpadu Terhadap Kapal Wisata Di Labuan Bajo, Masih Banyak Kapal Tidak Lengkap Surat

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Tim terpadu di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) melakukan Sidak terhadap kapal-kapal wisata di Pelabuhan Labuan Bajo, Rabu (3/7/2019) pagi.

Salah satu hasil Sidak, masih ditemukan kapal-kapal wisata yang tidak dilengkapi surat-surat atau dokumen sesuai regulasi yang mengaturnya.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Mabar Gusti Rinus, kepada POS--KUPANG.COM, Rabu pagi itu.

Dia menyampaikan, tim terpadu yang melakukan Sidak terdiri dari Polres, Pol PP, Dinas Perhubungan, Pol Air, BTNK, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan dan Disparbud sendiri.

Ini Kisah dan Pengakuan Pria Tulungagung Tiduri 50 Pria, Malah Ngaku Dibayari Korban, Ini Ceritanya

Pasca Digugat Cerai Song Joong Ki, Song Hye Kyo Tolak Main Drama Korea, Apa Alasannya?

Isteri Korban Tenggelam di SBD, Berharap Segera Temukan Suami Dan Kuburkan Secara Layak

"Hari ini kami melakukan Sidak terhadap kapal-kapal wisata. Kami menemukan masih banyak kapal yang belum memiliki kelengkapan surat-surat sebagaimana yang diisyaratkan. Mereka membuat pernyataan untuk segera melengkapi surat-surat itu," kata Gusti.

Dia menyampaikan, data yang ada di Disparbud Mabar, jumlah Kapal wisata di Labuan Bajo saat ini kurang lebih 350 unit.

Namun yang sudah mengurus Tanda Daftar Usaha Pariwisata, baru sebanyak 101 unit kapal.

Sementara itu Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Labuan Bajo P Dwikora Simanjuntak, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung Sidak yang dilakukan.

Menurutnya, ada kecendrungan beberapa oknum operator kapal wisata yang mengabaikan aturan.

Terjatuh di MotoGP Belanda 2019, Valentino Rossi Tambah Catatan Negatif Gagal Finis

Renungan Harian Kristen Protestan Rabu 3 Juli 2019, Apa yang Baik Memakai Topeng atau Melepaskannya?

Valentino Rossi Minta Maaf dan Akui Itu Kesalahannya, Ini Penyebab Kecelakaan MotoGP Belanda

"Ada operator yang tidak mau mengikuti aturan yang berlaku. Selama ini mereka pemilik atau operator kapal wisata masih ada yang sengaja mengabaikan dokumen-dokumen kapal. Kalau sudah kepepet baru mereka datang urus dokumen-dokumennya dan memaksa ke kami dengan marah-marah," kata Dwikora.

Terkait informasi ada kapal-kapal wisata tertentu yang tidak lengkap surat-surat tetapi diizinkan berlayar hanya karena membeli tiket snorkeling daerah, menurutnya informasi itu tidak benar.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved