Headline News Hari Ini

NTT Potensial Pasar Pinang, Pedagang Jual 2 Ton Sepekan

Pedagang mengaku menjual pinang Sumatera. Sedangkan pinang lokal di antaranya berasal dari Alor dan Flores.

NTT Potensial Pasar Pinang, Pedagang Jual 2 Ton Sepekan
POS-KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI
Pinang kering yang dijual di Pasar Lama Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. 

Untuk mengusir rasa ngantuk, dirinya terus menguyah sirih pinang dan ditambah tembakau kering untuk penawar.

"Kalau tidak makan sirih dan pinang pasti ada rasa ngantuk, mual dan rasa lain sekali. Ada yang kurang," ujar oma Lina di Pasar Danga, Selasa (2/7/2019).

Menurutnya, makan sirih pinang dilakukannya sejak masih remaja. Hal itu membuat dirinya tak bisa lepas dari sirih pinang. Setiap ada hajatan adat ataupun kegiatan lain, selalu makan sirih pinang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal di KKP dan Bea Cukai Seret Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas

"Tidak ada istilah sirih dan pinang tidak ada. Pokoknya harus ada. Masa untuk konsumsi tiap hari ada untuk adat tidak ada, harus ada. Itu warisan nenek moyang. Nenek moyang dulu makanan utama itu sirih pinang simbol kebersamaan dan persahabatan," ucap Oma Lina.

Setiap hajatan, lanjut Oma Lian, sirih pinang selalu ada. Yang pertama dipersilahkan kepada tamu bukan air putih, teh atau kopi melainkan sirih pinang.

Anggota DPRD Provinsi NTT, Yohanes Rumat mengatakan, tradisi makan sirih pinang oleh masyarakat Manggarai sudah menjadi salah satu simbol adat istiadat. Simbol ini dilakukan saat penyambutan tamu.

"Jadi kalau di Manggarai sirih pinang juga sebagai salah satu simbol adat penyambutan setelah tamu sudah duduk diruang tamu, terutama acara adat," kata Yohanes.

Yohanes Rumat
Yohanes Rumat (POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU)

Menurutnya, sirih pinang merupakan budaya masyarakat yang lahir sejak nenek moyang dan tersebar di beberapa daerah kabupaten dan kota di NTT.

"Tentu sirih pinang ini bermakna ganda antara lain sirih pinang dalam arti sesungguhnya yaitu sirih pinang ini disuguhi untuk dimakan oleh oleh keluarga atau tamu yang bertandan ke rumah kita atau disuguhi pada saat acara adat maupun pada saat menyambut tamu kehormatan," jelasnya.

Makna lain dari sirih pinang, lanjut Yohanes, yakni balas jasa atas pengakuan terhadap jasa orang lain sebagai tanda terima kasih.

Ada Tiga Puluh Delapan Desa di Sumba Timur Belum Selesai Lengkapi Syarat Untuk Pencairan Dana

"Jadi bisa juga sebagai ungkapan yerima kasih terhadap sesama dalam suatu urusan, baik itu karena kita bersalah maupun dalam urusan terima kasih ketika mendapat kesuksesan," ujar anggota Komisi V ini.

Sebulan Habiskan Rp 1,2 Juta

Berapa dana yang dikeluarkan untuk belanja sirih pinang? Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan, Thomas Lopo mengaku, dalam sebulan menghabiskan Rp 1,2 juta untuk beli sirih pinang.

Thomas Lopo
Thomas Lopo (POS-KUPANG.COM/DION KOTA)

Bagi Thomas, sirih pinang dan kapur wajib ada dalam tasnya, ke mana pun ia pergi.
Jika tidak ada sirih pinang maka mulutnya terasa aneh dan matanya cepat mengantuk.

"Satu hari saya pasti beli sirih Rp 20.000 dan pinang Rp 20.000. Belum lagi kapur dan tembako. Tetapi tembako dan kabur beli satu kali bisa digunakan berhari-hari bahkan minggu. Jadi total sekitar Rp 1,2 juta sebulan saya keluarkan untuk sirih pinang," ungkap Thomas saat ditemui di SoE, Selasa (2/7/2019).

Dibanding Liga 1 Musim 2019, Madura United Ternyata Prioritaskan Laga Piala Indonesia, Ini Detail

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku, mulai mamah sirih pinang tahun 2011. Ia meninggalkan rokok, karena mendapat komplain dari sang istri.
Menurut Thomas, sirih pinang tidak bisa dipisahkan dari kesehariannya.

"Sekarang ini pagi, siang, sore, malam pasti sirih pinang. Dalam tas samping saya pasti selalu ada sirih pinang," ujarnya.

Warga Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Rianto Jati (40) mengaku menghabiskan Rp 50.000 untuk beli sirih pinang.

Ramalan Denny Darko Bikin Angel Karamoy Nangis, Tak Bakal Ada Penikahan, Masalah Keyakinan dan Anak

"Saya ini memang suka sekali makan siring pinang, kalau sehari tidak makan sirih pinang saya rasa tidak ada gairah hidup. Di rumah saya ada banyak keluarga saya juga jadi saya habiskan bisa sampai Rp 50 ribu setiap hari," kata Rianto.

Menurut Rianto makan siring pinang merupakan tradisi orang Sumba. Hal itu bukan dilakukan saat upacara adat, tetapi dilakukan setiap hari.

Nikson Bili Lelu (46) mengaku sangat suka sirih pinang. Sehari ia bisa menghabiskan Rp 20.000 untuk beli sirih pinang.

Wakil Ketua PGRI NTT: Sistem Zonasi Batasi Kebebasan Anak Untuk Pilih Sekolah

Sementara sejumlah warga Kabupaten Malak, di antaranya Maria Hoar, Agustina Seran, Fina Luruk dan Paulus Nahak rata-rata belanja pinang Rp 2.000-Rp 4.000 per hari. Jarang sekali mereka membeli pinang dalam jumlah banyak kecuali ada acara adat.

Menurut Paulus, sirih pinang sudah menjadi tradisi masyarakat Malaka sehingga setiap orang selalu mempersiapkannya. Ketika tamu datang ke rumah, hal pertama yang dipersiapkan tuan rumah adalah sirih pinang. (yel/mm/rob/kk/jen/gg/din)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved