Headline News Hari Ini

NTT Potensial Pasar Pinang, Pedagang Jual 2 Ton Sepekan

Pedagang mengaku menjual pinang Sumatera. Sedangkan pinang lokal di antaranya berasal dari Alor dan Flores.

NTT Potensial Pasar Pinang, Pedagang Jual 2 Ton Sepekan
POS-KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI
Pinang kering yang dijual di Pasar Lama Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. 

Yuliana Liunokas mengatakan lebih suka makan pinang asal Ambon, karena harganya lebih terjangkau dan tahan lama. "Saya kan beli untuk makan sendiri. Kalau mau yang enak, tentu dari Alor atau Flores, tapi kalau dimamah cepat habis, jadi saya pilih pinang Ambon," kata Yuliana.

Di Kabupaten Malaka, umumnya konsumen tidak mengetahui asal pinang yang dimakan setiap harinya. Mereka membeli di kios atau pasar tanpa mencari tahu asal usul pinang.

Selamat tapi Linglung, Begini Cerita Pendaki Hilang di Gunung Lawu, Arjuno, dan Piramid

Umumnya, masyarakat NTT mengkonsumsi pinang bersamaan dengan sirih dan kapur sehingga disebut sirih pinang.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengatakan, untuk mengkonsumsi pinang, masyarakat NTT harus mendatangkan dari Sumatera Barat.

"Orang NTT untuk budaya makan sirih pinang, makan pinang di TTU, TTS, Alor makan pinang tetapi pinangnya datang dari Sumatera Barat," kata Josef dalam acara Talk Show dan Diskusi bertajuk Kebijakan, Potensi dan Peluang Investasi NTT di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (28/6/2019) lalu.

Jauh sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyebut, warga NTT merupakan pemakan buah pinang nomor satu di Indonesia. Pinang yang dikonsumsi itu kurang lebih 60 persennya dari Sumatera Barat.

Ramalan ZODIAK Hari Ini, Saatnya Dapat Promosi, Cek Milik Pujaan Hati, Hingga Hari Kurang Baik

"Tidak tanggung-tanggung, nominalnya mencapai Rp 1 miliar per hari. Sekali lagi, saya ingatkan kepada masyarakat yang sering mengonsumsi pinang, minimal agar di halaman rumahnya ditanami pohon pinang," tegas Gubernur Viktor dalam suatu kesempatan.

Tak Makan Ngantuk

Marselina Beda (75), warga Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, gemar makan sirih pinang. Wanita yang akrab disapa Oma Lina ini setiap saat selalu mengunyah sirih pinang. Ia juga menjual sirih pinang di Pasar Danga Kota Mbay.

Penjual pinang di Pasar Danga, Kabupaten Nagekeo.
Penjual pinang di Pasar Danga, Kabupaten Nagekeo. (POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN)

Oma Lina mengaku jika tidak mamah sirih pinang maka ia merasa ada sesuatu yang kurang. Matanya pun ngantuk.

Halaman
1234
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved