Headline News Hari Ini

NTT Potensial Pasar Pinang, Pedagang Jual 2 Ton Sepekan

Pedagang mengaku menjual pinang Sumatera. Sedangkan pinang lokal di antaranya berasal dari Alor dan Flores.

NTT Potensial Pasar Pinang, Pedagang Jual 2 Ton Sepekan
POS-KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI
Pinang kering yang dijual di Pasar Lama Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. 

"Harga pinang ini juga dijual dengan harga tawar menawar di pasar. Kalau harga pinang biasa bisa Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu per kilogram. Begitu juga harga pinang bagus khususnya pinang lokal memang harga tawar Rp 100 ribu, tapi bisa berkurang Rp 90 ribu sampai Rp 95 ribu per kilogram," sebut Jeslin.

Polemik Tenun Troso Jepara Mirip Tenun Ikan Sumba, Ketua Pokdarwis: Kami Tidak Mengklaim

Hal senada disampaikan pedagang pinang lainnya, Mariana Bili (36). Mariana mengaku, selama sepekan pinang jualanya habis terjual bisa mencapai 1 sampai 2 ton. Sedangkan omzetnya Rp 2 juta sampai Rp 3 juta perhari.

"Pinang yang saya jual itu biasa saya ambil dari luar seperti dari Surabaya, Flores, Padang, dan Kupang. Kalau harga sampai di tempat jika pinang yang saya ambil dari luar maka harga Rp 60 ribu per kilogram. Tapi kalau saat ini pinang lokal Sumba Timur sementara musim jadi pinang dari luar saya tawar Rp 30 ribu sampai Rp 45 ribu per kilogram," ujar Mariana.

Sementara di Pasar Oesapa Kota Kupang, harga pinang kering asal Kabupaten Alor mencapai Rp 80.000/kg.

Siswa SD di Flores Kirim Surat ke Presiden Jokowi

Penjual pinang, Yunus Nenobais mengatakan, "Dari pengalaman saya, pinang Alor mahal karena tipis, lebar dan rasanya juga enak. Namun, pinang kering dari Alor kadang tidak bertahan lama. Kalau disimpan dua atau tiga bulan, warnanya menjadi kehitaman."

Pria asal SoE Kabupaten TTS ini juga menjual pinang kering dari Ambon (Maluku) dan Padang (Sumatera Barat). Pinang kering asal Ambon kebanyakan berwarna merah, keras dan tebal.

Penjual pinang di Pasar Danga Kabupaten Nagekeo
Penjual pinang di Pasar Danga Kabupaten Nagekeo (POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN)

Menurutnya, peminat pinang ini cukup banyak karena tidak lekas habis saat dikunyah. Namun ia tidak menjual karena jarang ada pembeli yang membeli dalam jumlah banyak.

"Saya jual pakai takaran kaleng susu berukuran kecil, harganya berkisar lima hingga belasan ribu. Biasanya orang beli pinang ini untuk konsumsi sendiri, bukan untuk acara-acara adat," ujarnya.

Ia mendapatkan pinang kering Ambon ini dari pemasok pinang asal Ambon sendiri. "Karena saya jual pinang kering dari berbagai daerah, jadi setahun saya hanya beli sekali, 300 sampai 400 kilogram," jelasnya.

Dinas Pertanian dan Pangan Sumba Timur Tanam 11.000 Anakan Pohon Pinang

Pedagang lainnya, Selfi Laukuan lebih suka menjual pinang dari Flores. Alasannya, harganya tidak terlalu mahal, Rp 50.000/kg. "Di sini kita jual Rp 60 ribu per kilogram atau bisa Rp 70 ribu. Ada juga kita jual pakai takaran kaleng susu ukuran kecil," ujar Selfi.

Halaman
1234
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved