Headline News Hari Ini

NTT Potensial Pasar Pinang, Pedagang Jual 2 Ton Sepekan

Pedagang mengaku menjual pinang Sumatera. Sedangkan pinang lokal di antaranya berasal dari Alor dan Flores.

NTT Potensial Pasar Pinang, Pedagang Jual 2 Ton Sepekan
POS-KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI
Pinang kering yang dijual di Pasar Lama Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pinang punya pasar potensial di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah pedagang mengaku menjual 2 ton pinang dalam sepekan. Pinang didatangkan dari beberapa daerah, di antaranya Padang (Provinsi Sumatera Barat), Surabaya (Jawa Timur) dan Maluku. Ada juga pinang lokal yang berasal dari Alor dan Flores namun jumlahnya sedikit.

Pedagang di Pasar Lama Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nurmiyati mengaku menjual pinang yang didatangkan dari Sumatera dan Surabaya. Ia juga menjual pinang dari Larantuka (Flores Timur) dan Alor.

"Pinang ini kami beli dari orang yang ada di Kupang. Tapi orang yang di Kupang beli pinang ini dari Sumatera dan Surabaya," ungkap Nurmiyati saat ditemui, Selasa (2/7/2019).

Jepara Klaim Tenun Ikat Sumba Timur

"Kalau pinang dari Larantuka dan Alor itu kan pinang lokal. Nah kalau kualitasnya yang lebih bagus itu pinang dari Sumatera dan Surabaya," tambahnya.

Nurmiyati membeli pinang Sumatera dan Surabaya seharga Rp 60.000/kg. Sedangkan harga pinang lokal berkisar Rp 52.000-Rp 55.000/kg.

"Tapi harga itu tidak menentu. Kadang ada orang yang bawa hari ini mereka kasih harga murah, tapi besok orang lain yang bawa harga beda lagi." Menurut Nurmiyati, harga pinang sudah turun sejak dua bulan terakhir.

Pedagang pinang di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur mengaku pinang laris manis. Sepekan bisa 2 ton pinang terjual.

DPRD NTT: Tarik Tenun Ikat Tiruan

"Satu minggu bisa terjual 1 sampai 2 ton. Hal ini karena tradisi orang Sumba Timur selalu makan sirih pinang, apalagi di saat pesta-pesta adat atau pesta nikah dan lainya. Biar sudah makan kue tapi mesti makan sirih pinang," ujar Jeni Jeslin (35), saat ditemui di Pasar Inpres Matawai, Kelurahan Matawai, Kecamatan Kota Waingapu, Selasa siang.

Omzet yang diperoleh Jeslin per hari berkisar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. Jeslin mengaku mendatangkan pinang dari Padang (Sumatera Barat) Surabaya, Kupang dan Flores. Ia beli pinang dengan harga Rp 60.000/kg, kemudian menjual Rp 65.000/kg sampai Rp 70.000/kg.

Penjual pinang di Pasar Matawai, Kabupaten Sumba Timur
Penjual pinang di Pasar Matawai, Kabupaten Sumba Timur (POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO)

Dia juga menjual pinang lokal, tapi musiman. Apabila ada musim pinang maka diambil dari wilayah Melolo, Sumba Timur. Harga berkisar Rp 40.000/kg sampai Rp 45.000/kg. Jika kualitas pinang lokal bagus maka harga bisa mencapai Rp 80.000/kg.

Halaman
1234
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved