Di Boawae, Nagekeo Hari Selasa dan Kamis Hari Penyelesaian Masalah Tanah

Wakil Ketua Gugus Tugas Nagekeo Bersatu, Mariana Wea, S.Sos, mengungkapkan persoalan penyelesaian konflik atau masalah tanah

Di Boawae, Nagekeo Hari Selasa dan Kamis Hari Penyelesaian Masalah Tanah
POS-KUPANG.COM/ GORDI DONOFAN
Suasana rapat bersama anggota Gugus Tugas Nagekeo bersatu di Aula Kantor Kesbangpol Nagekeo, Rabu (372019). 

Di Boawae, Nagekeo Hari Selasa dan Kamis Hari Penyelesaian Masalah Tanah

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY - Wakil Ketua Gugus Tugas Nagekeo Bersatu, Mariana Wea, S.Sos, mengungkapkan persoalan penyelesaian konflik atau masalah tanah tidak semudah membalik telapak tangan.

Butuh tenaga, waktu dan banyak yang harus digali antara kedua belah pihak yang terjadi konflik.

Mariana yang juga Camat Boawae di Kabupaten Nagekeo ini mengungkapkan dirinya sudah menetapkan setiap hari Selasa dan Kamis di Kecamatan Boawae sudah ditetapkan sebagai hari penyelesaian masalah tanah.

"Hari Selasa dan Kamis di Boawae kami tetapkan untuk hari penyelesaian konflik atau masalah tanah," ungkap Mariana, dalam rapat bersama anggota Gugus Tugas Nagekeo Bersatu di Aula Kantor Kesbangpol Nagekeo, Rabu (3/7/2019).

Ia mengungkapkan solusi untuk mempersatukan kembali hubungan kekerabatan melalui kearifan lokal mesti ditingkatkan lagi.

3 Cewek Kece Ini Disebut-Sebut sebagai Kandidat Calon Menteri Jokowi-KH Maruf Amin, Lihat Sosoknya!

Parade kebangsaan dan edukasi atau sosialiasi nilai kearifan lokal harus digalakan lagi. Sehingga generasi penerus bisa mengetahui itu semua.

Sementara Ketua Gugus Tugas Daerah Gerakan Nagekeo Bersatu, Mayor Inf Paulinus Rowa, mengatakan dalam rangka membahas rencana kerja tindak lanjut dari gugus tugas.

Mayor Inf. Paulinus Rowa yang juga Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 1625/Ngada mengatakan kegiatan yang akan digelar itu berupa parade kebangsaan yang mengangkat kearifan lokal, adat dan budaya Nagekeo.

Pernikahan Sedarah, Kakak Nikahi Adik Kandung di Bulukumba, Ayah Ingin Anaknya Ditenggelamkan

Selain itu ada kegiatan Fokus Grup Discussion (FGD) terarah beberapa waktu kedepan. Itu membahas sebuah persoalan yang terjadi di Nagekeo yang bertujuan untuk mempersatukan semua pihak.

Ia mengatakan tujuan yaitu untuk mempersatukan semua masyarakat Nagekeo. Seperti moto To'o Jogho Waga Sama yang artinya Gotong Royong membangun Nagekeo.

"Harus menghindari adu domba dan mengangkat kembali nilai-nilai kearifan lokal. Kolo sa to'o tali sa tebu, To'o Jogho Waga Sama dan Teki Fe'a dhadho radha," ungkap Mayor Inf. Paulinus.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved