VIDEO: Oma Lina Bilang Ngantuk Kalau Tidak Makan Sirih Pinang

VIDEO: Oma Lina Bilang Ngantuk Kalau Tidak Makan Sirih Pinang. Oma Lina ini penjual sirih pinang di Pasar Danga, Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo.

VIDEO: Oma Lina Bilang Ngantuk Kalau Tidak Makan Sirih Pinang

POS-KUPANG.COM | MBAY --  VIDEO: Oma Lina Bilang Ngantuk Kalau Tidak Makan Sirih Pinang.

Marselina Beda (75) merupakan peminat sirih dan pinang. Setiap saat Oma Lina pasti mengunyah Sirih Pinang.

Selama ini, Oma Lina aktif menjual sirih pinang di Pasar Danga, Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Om Lina mengatakan, kalau tidak kunyah sirih pinang ia akan merasakan ngantuk dan ada sesuatu yang kurang dalam dirinya.

Untuk mengusir rasa ngantuk itulah, ia menguyah sirih pinang dan ditambah tembakau kering untuk penawar dalam mulut.

VIDEO: Banyak Pengendara di SoE, TTS Gagal Dapat SIM Gratis

VIDEO: Cantik, Unik dan Elegan, Koleksi Busana Modifikasi Tenun Ikat NTT Milik Shirley Manutede

VIDEO: Belum Dapat Sekolah? Yuk Daftar PPDB Online Gelombang II di SMAN 2 Kupang

"Kalau tidak makan sirih dan pinang pasti ada rasa ngantuk, mual dan rasa lain sekali. Ada yang kurang," ujar oma Lina di Pasar Danga, Selasa (2/7/2019).

Om Lina mengaku kebiasaan sejak kecil membuat dirinya tak bisa melepas atau membuang sirih pinang begitu saja.

Ia juga menyebutkan, setiap ada hajatan adat ataupun kegiatan lain di Nagekeo, sirih pinang pasti selalu dicari.

Tradisi turun temurun itu kini menjadikan sirih pinang sebagai kebutuhan yang mutlak dan tidak bisa dihindarkan.

"Pokoknya, sirih pinang harus ada. Tradisi itu semacam warisan nenek moyang. Sirih pinang itu semacam simbol kebersamaan dan persahabatan," ujarnya.

Ia menyebutkan, sirih pinang yang dijualnya, diperoleh dari Kecamatan Mauponggo dan Kecamatan Keo Tengah, yaitu dari Maunori.

VIDEO: Ini 5 Deretan Zodiak yang Paling Cerewet, Pasangan Kamu Masuk Ga? Yuk Dikepoin Guys

VIDEO: Heboh, Provinsi NTT Alami Deflasi, Apa Strategi yang Mesti Dilakukan?

VIDEO: Julie Laiskodat Cuci Otak Penenun di NTT Demi Wujudkan Mimpi dan Targetnya, Seperti Apa?

Harganya Rp 40.000/kg. Selain menjual kiloan, Oma Lina juga menjual enceran dalam bentuk kaleng berukuran kecil. Harganya Rp 5.000/kaleng, ada juga yang Rp 30.000/kaleng.  

Ia mengatakan, daerah Maunori di Kecamatan Keo Tengah itu, daerah penghasil sirih pinang. Sampai saat ini, daerah itu masih dikenal sebagai kantong sirih pinang di Nagekeo. (POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Nonton Videonya Di Sini:

Penulis: Frans Krowin
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved