Di Pasar Oesapa Pinang Asal Alor 80 Ribu Per Kg, Bagaimana Pinang Ambon dan Flores?

Di Pasar Oesapa Kupang, harga pinang kering asal Kabupaten Alor mencapai 80 ribu rupiah per Kg

Di Pasar Oesapa Pinang Asal Alor 80 Ribu Per Kg, Bagaimana Pinang Ambon dan Flores?
POS-KUPANG.COM/ Laus Markus Goti
Penjual pinang kering di Pasar Oesapa Kupang, Selasa (272019). 

Di Pasar Oesapa Pinang Asal Alor 80 Ribu Per Kg, Bagaimana Pinang Ambon dan Flores?

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Di Pasar Oesapa Kupang, harga pinang kering asal Kabupaten Alor mencapai 80 ribu rupiah per Kg. Sejauh ini merupakan pinang kering termahal yang dijual di pasar Oesapa.

Hal itu dikatakan Yunus Nenobais, seorang penjual pinang yang sudah belasan tahun berdagang pinang di pasar tersebut, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (2/7/2019).

"Dari pengalaman saya, pinang Alor mahal karena tipis, lebar dan rasanya juga enak. Harga beli dari tangan pertama, berkisar 60an ribu per Kg, kita jual di sini 80an ribu per Kg, karena ongkos angkut dari pelabuhan juga mahal," ungkapnya.

Namun, kata dia, pinang kering dari Alor kadang tidak bertahan lama. "Kalau disimpan 2 atau tiga bulan, warnanya menjadi kehitam-hitamman," ungkapnya

Selain menjual pinang dari Alor, Pria asal SoE ini juga menjual pinang kering dari Ambon dan Padang. Pinang kering asal Ambon, jelas Yunus, kebanyakan berwarna merah, keras dan tebal.

Menurutnya, peminat pinang ini cukup banyak karena tidak lekas habis saat dikunyah. Namun ia tidak menjual per Kg, karena jarang ada pembeli yang membeli dalam jumlah banyak.

"Saya jual pakai takaran kaleng susu berukuran kecil, harganya berkisar lima hingga belasan ribu. Biasanya orang beli pinang ini untuk konsumsi sendiri, bukan untuk acara-acara adat," ungkapnya.

Ia mendapatkan pinang kering Ambon ini dari pemasok pinang asal Ambon sendiri. "Karena saya jual pinang kering dari berbagai daerah, jadi setahun saya hanya beli sekali, 300 sampai 400 Kg," jelasnya.

Thomas Lopo Habiskan 1,2 Juta Perbulan Hanya Untuk Sirih Pinang

Sementara itu, Selfi Laukuan, mengatakan, sejauh ini ia lebih suka menjual pinang dari daratan Flores, alasannya, harganya tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah.

Ia menjelaskan, harga per Kg pinang kering dari daratan Flores mencapai 50 ribu rupiah. "Di sini kita jual 60 ribu per Kg atau bisa 70 ribu. Ada juga kita jual pakai takaran kaleng susu ukuran kecil," ungkapnya.

Penjual Pinang di Sumba Timur Mengaku Sepekan 2 Ton Pinang Laku Terjual

Yuliana Liunokas, mengatakan, dirinya lebih suka makan pinang asal Ambon, karena harganya lebih terjangkau dan tahan lama. "Yah saya kan beli untuk makan sendiri. Kalau mau yang enak, tentu dari Alor atau Flores, tapi kalau dimamah cepat habis, jadi saya pilih pinang Ambon," ungkapnya.(*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved