Cerita Anggota Satgas Betugas Selama Delapan Bulan di Perbatasan RI-RDTL

Kabupaten TTU menggelar perlombaan bola voli putra dan putri sambil diiringi dengan musik dan tarian adat masyarakat setempat "Marongge".

Cerita Anggota Satgas Betugas Selama Delapan Bulan di Perbatasan RI-RDTL
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Pratu Imran saat makan siri pinang bersama ibu-ibu di Desa Bakitolas, Minggu (30/6/2019).bersama ibu-ibu di Desa Bakitolas, Minggu (30/6/2019). 

Cerita Anggota Satgas Betugas Selama Delapan Bulan di Perbatasan RI-RDTL

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Menciptakan suasana aman dan nyaman adalah salah satu tugas Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN sebagai penjaga perbatasan.

Pada setiap kesempatan yang ada, anggota Satgas selalu manfaatkan kesempata untuk memberikan yang terbaik. Selain itu juga, mereka terus berusaha untuk dekat dengan masyarakat, sambil berusaha mempelajari budaya setempat.

Ini lah yang dilakukan salah seorang anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN yang bertugas di Pos Nelu saat melaksanakan pengamanan, Minggu (30/6/2019).

Dalam rangka memperingati hari raya paskah, umat Paroki Bakitolas yang berada di Desa Bakitolas, Kecamatan Naibenu, Kabupaten TTU menggelar perlombaan bola voli putra dan putri sambil diiringi dengan musik dan tarian adat masyarakat setempat "Marongge".

Pada saat perayaan paskah, tokoh agama di desa Bakitolas meminta bantuan beberapa personil dari Pos Nelu untuk melakukan proses pengamanan.

Donald Trump Presiden Pertama Amerika Serikat yang Injakkan Kaki di Korea Utara

Wagub NTT Beri Apresiasi Tujuh Kabupaten yang Dapat WTP

Intip Yuk! Ramalan Zodiak Cinta Senin 1 Juli 2019 Kamu Selingkuh Ya Aquarius Scorpio Posesif Banget

Di tengah-tengah keramaian untuk merasakan damai paskah ini, salah seorang anggota Pos Nelu yang bernama Pratu Imran Rosadin Agus Saleh memanfaatkan kesempatan yang ada untuk duduk berkumpul bersama masyarakat.

Tidak hanya sekedar ikut memeriahkan pertandingan voli, Pratu Imran juga mencoba belajar tarian khas Marongge yang di dampingi langsung oleh Romo Delvi Asa dan beberapa orang masyarakat setempat.

Disamping itu juga Pratu imran tidak ragu ketika di ajak memakan siri pinang. Kehadiran Pratu Imran itu membuat masyarakat yang ada di wilayah perbatasan terkesan dengan kehadiran anggota TNI, terutama di Pos Nelu.

Hal tersebut karena, selain melaksanakan Patroli Keamanan wilayah perbatasan, anggota Pos Nelu juga selalu hadir berada di tengah masyarakat sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada mereka.

Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN Mayor Inf Hendra Saputra, S.Sos., M.M., M.I.Pol menuturkan apa yang dilakukan oleh anggotanya seperti itu adalah wujud dari bagaimana TNI dapat menciptakan kedekatan emosional dengan masyarakat, dan menghilangkan rasa takut terhadap TNI guna menciptakan rasa nyaman.

Piala Indonesia 2019, PSM Makassar Selangkah Lagi ke Babak Final

Piala Indonesia 2019, PSM Makassar Selangkah Lagi ke Babak Final

Poltekes Kemenkes Kupang Berkomitmen Terus Hasilkan Lulusan Unggul

"Karena kami hadir disini juga untuk mencari keluarga."

Selain itu, jelas Hendra, pihaknya dalam melaksanakan tugas juga mempelajari budaya masyarakat setempat. Hal itu dilakukan untuk agar anggotanya dapat mencintai budaya lokal yang ada disetiap daerah penugasan.

"Karena kita ingin mewujudkan bahwa TNI kuat bersama rakyat," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved