Arudi Kembali Mengadu ke ULP SoE-TTS, Pasca Mendapat Intimidasi

Senin pagi Arudi Nitbani bersama istri dan anaknya mendatangi kantor ULP PLN Kota Soe guna mengadukan Tius Laerihi, tenaga alih daya PT PLN Tarakan ka

Arudi Kembali Mengadu ke ULP SoE-TTS, Pasca Mendapat Intimidasi
Pos Kupang.com/Dion Kota
Nampak kuitansi penyetoran uang guna pemasangan meteran dan instalasi listrik di rumah warga desa Benu, Kecamatan Takari 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Senin pagi Arudi Nitbani bersama istri dan anaknya mendatangi kantor ULP PLN Kota Soe guna mengadukan Tius Laerihi, tenaga alih daya PT PLN Tarakan karena melakukan intimidasi terkait adanya pemberitaan belum dipasangnya meteran listrim di tiga rumah warga Desa Benu, Kecamatan Takari beberapa waktu lalu.

Tius mengancam, Arudi Nitbani tidak akan pernah dilayani pemasangan meteran listrik jika tidak mau mengaku kalau uang senilai 2,5 juta yang pernah disetornya sudah dikembalikan. Pengakuan tersebut lalu divideokan dan dikirimkan kepada kepala ULP PLN Kota Soe, Hendra Aditia.

Kepada pos Kupang.com Arudi mengaku, jika yang di video merupakan rekayasa. Pasalnya, sebelum direkam, Tius mengancam jika Arudi tidak akan pernah dilayani pemasangan meteran listrik karena masalah pemasangan meteran listrik tersebut sudah dimuat di media dan membuat atasnya marah.

Man United Kontak Barcelona Guna Datangkan Ivan Rakitic

Oleh sebab itu, Arudi diminta untuk membuat pengakuan palsu dengan janji nantinya meteran di rumahnya akan segera dipasang namun menggunanakan nama orang lain.

" Saya punya uang yang 2,5 juta yang sudah disetor itu belum dikembalikan Tius. Saya terpaksa mengaku sudah dikembalikan karena Tius sudah rekaya semua," ungkapnya saat ditemui di depan kantor ULP PLN Kota Soe.

Oleh satpam kantor ULP PLN Kota Soe, Arudi dan istri diarahkan untuk bertemu dengan Iron, pegawai PLN bidang pelayanan pelanggan. Usai menceritakan seluruh kronologi kejadian dan menunjukkan kuitansi pembayaran, Iron berjanji akan segera mengadakan pertemuan yang juga dihadiri Tius dan Arudi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Fakta Pernikahan Terungkap, Begini Pengakuan Suami Perempuan yang Bawa Anjing ke Masjid

" Saya ambil nomornya pak Arudi ya, nanti saya kontak untuk kita ketemu sama-sama guna menyelesaikan hal ini," janjinya.

Terpisah, Kepala ULP PLN Kota Soe, Hendra Aditia menegaskan jika Tius Laerihi berstatus tenaga alih daya PT PLN Tarakan bukan pegawai ULP PLN Kota Soe. Ia mengaku, memiliki niat baik untuk membantu warga Desa Benu untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Untuk itu, besok, Selasa (2/7/2019) akan digelar pertemuan yang dihadiri Tius dan tiga warga Desa Benu guna menyelesaikan persoalan tersebut.

" Tius itu bukan pegawai kita, statusnya tenaga alih daya. Jadi jangan sikat pegawai PLN Soe. Besok kita gelar pertemuan untuk menyelesaikan persoalan ini. Saya juga punya niat baik untuk menyelesaikan persoalan ini," tulisnya dalam pesan WhatsApp yang diterima pos kupang.com

Untuk diketahui, Arudi Nitbani Lamber Nitabi dan Petrobeka Apaut warga RT 6/RW 17 Desa Benu, kecamatan Takari Kabupaten Kupang mengeluhkan kinerja oknum yang mengaku pegawai PLN, Tius Laerihi kepada pos kupang. com, Jumat (28/6/2018).

Pasalnya usai menyetorkan uang senilai 2,5 juta kepada Tius awal 2018 silam, hingga saat ini meteran dan instalasi listrik di rumah warga tak kunjung dipasang. Bahkan saat ini, Tius terus berusaha menghindar warga yang ingin mempertanyakan kejelasan pemasangan meteran listrik. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved