Puluhan Tahun Warga Puar Miteng Kabupaten Manggarai Timur Kesulitan Air Bersih

Warga Kampung Puar Miteng, Desa Bea Ngencung, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Matim selama puluhan tahun merasa penderitaan soal air bersih

Puluhan Tahun Warga Puar Miteng Kabupaten Manggarai Timur Kesulitan Air Bersih
POS-KUPANG.COM/ Aris Ninu
Warga Puar Miteng mengambil air dari Kali 

Akan tetapi kalau musim hujan baru ada air. Jika sudah musim kering tidak ada air dan terpaksa turun ke Wae Musur.

BPBD Belu Siapkan Rp 125 Juta Untuk Beli Air Bersih Untuk Masyarakat

warga Puar Miteng kesulitan air bersih
warga Puar Miteng kesulitan air bersih (POS-KUPANG.COM/ Aris Ninu)

Tidak hanya warga Kampung Puar Miteng, warga RT 01, Desa Bea Ngencung juga mengalami hal yang sama mereka haru berjalan kaki tiap hari untuk mengambil air bersih di Mata Air Kali Pinarangkat dengan jarak tempuh kurang lebih 1 Kilometer.

Ketua RT.01, Desa Bea Ngencung, Pali Roja dihubungi melaluli Ponsel membenarkan warganya setiap hari harus mengambil air bersih di Mata air kali Pinarangkat untuk kebutuhan ruma tangga mereka.

“Iya memang benar sudah kami mengalami krisis air minum. Setiap hari kami mengambil air di Mata Air Kali Pinarangkat, ya suka tidak suka, kami lakukan ini tiap hari demi kebutuhan kami," ucapnya kepada wartawan, Sabtu, (29/6/2019) siang.

Ketua Dewan Paroki Nanga Lanang,Antonius Gatung pun membenarkan krisis air di Desa Bea Ngencung.

Persoalan Air Bersih di Matim Sedang Dibahas di Rapat Paripurna DPRD

Ia mengungkapkan, kebutuhan air minum bersih sangat urgen bagi warga desa Bea Ngencung.

Namun pemerintah baerah belum memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut.

"Kami melihat peran DPRD juga tidak terlihat sehingga kepentingan masyarakat tidak tersalurkan dengan baik. Padahal air minum bersih merupakan kebutuhan dasar manusia," kata Antonius.

Ia mengatakan, masyarakat sejauh ini hanya mengandalkan Kali Wae Musur untuk memenuhi kebutuhan air minumnya.

"Kami harap, pemerintah segera membangun sarana airj minum bersih yang memadai untuk menunjang kehidupan umat dan masyarakat," papar Antonius.(*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved