Pengrajin Sumba Timur Ingin Dibuatkan Hak Paten Terkait Motif Tenun Ikat

Para pengrajin kain tenun ikat Sumba Timur menginginkan agar adanya hak paten bagi mereka pengrajin di Sumba Timur

Pengrajin Sumba Timur Ingin Dibuatkan Hak Paten Terkait Motif Tenun Ikat
POS-KUPANG.COM/ ROBERT ROPO
Seorang pengrajin sedang menenun tenun ikat Sumba Timur 

Pengrajin Sumba Timur Ingin Dibuatkan Hak Paten Terkait Motif Tenun Ikat

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU- Para pengrajin kain tenun ikat Sumba Timur menginginkan agar adanya hak paten bagi mereka pengrajin di Sumba Timur, agar tidak yang menjiplak motif kain tenun ikat mereka dan motif-motif kain tenun ikat Sumba Timur bisa dipertahankan.

Salah seorang pengrajin Sumba Timur Rambu Ana menyampaikan itu ketika dimintai komentarnya terkait terkait munculnya polemik motif kain tenun ikat Sumba Timur yang kini menjadi perdebatan di media sosial (Medsos) yang telah menjadi tren motif Jepara.

Rambu Ana kepada POS-KUPANG. COM melalui  Minggu (30/6/2019) sore meminta, khusus Kepada Pemda Sumba Timur untuk lebih memperhatikan lagi tentang penjiplakan motif itu, agar bisa mereka diperhatikan untuk membuat hak paten.

Hotman Paris Penasaran Masa sih Itunya Bau Ikan Asin? Begini Reaksi Sonny, Suami Fairuz A Rafiq

Kata dia, pihaknya sebagai pengrajin kain tenun ikat Sumba Timur sangat menginginkan untuk membuatkan hak paten, sehingga motif-motif kain tenun ikat Sumba Timur bisa terap dipertahankan.

"Karena motif-motif kain tenun kami ini banyak ditiru di daerah lain. Tidak bisa dijiplak karena ada undang-undangnya. Jadi kami minta setiap pengrajin tenun ikat Sumba Timur yang mau mengurus hak paten tolong dilayani dulu, jangan bilang nggak bisa,"ungkap Rambu Ana.

Rambu Ana juga mengatakan,  ada yang pertanyakan kenapa kain Sumba Timur harganya begitu mahal. Kain tenun ikat Sumba Timur mahal Karen asli tenun dan dibuatkan pakai tenaga dan bukan pakai mesin. Sedangkan dalam mengerjakan kain tenun ini juga membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahakan sampai setahun.

Gelar Pentas Seni, KMK KAK Satukan Keberagaman

Sementara proses pembuatanya juga menggunakan perwarna alam dan dalam mengerjakan kain tenun juga secara manual, bukan menggunakan mesin. Sangat beda dengan kain tenun Jepara itu pakai print.

"Jadi kami sangat mengharapkan Pemda benar-benar memperhatikan dan setiap kali kami mau mengurus hak paten untuk kain tenun Sumba Timur lebih diperhatikan lagi untuk diurus,  ini permintaan kami sebagai pengrajin,"kata Rambu Ana.

Halaman
12
Penulis: Robert Ropo
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved