Mahfud MD Usulkan Pemilihan Sistem Proporsional Tertutup untuk DPR, Karena ini

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mencontohkan fenomena masuknya artis sebagai calon anggota legislatif.

Mahfud MD Usulkan Pemilihan Sistem Proporsional Tertutup untuk DPR, Karena ini
KOMPAS.com/HENDRA CIPTA
Mantan Ketua MK Mahfud MD saat menghadiri halal bihalal bersama Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalbar di Pontianak, Minggu (16/6/2019). 

Sebab, perwakilan yang lolos ke parlemen tidak memahami ideologi perjuangan partai.

"Sehingga nanti perjuangan partai ini menjadi kabur. Kemudian terpikirkan kembali pakai proporsional tertutup," katanya.

Ditanya Kapan Ketemu Prabowo, Jokowi: Tanyakan ke Pak Prabowo, Kapan Bertemu Pak Jokowi

Alyssa Soebandono Tampil Santun dengan Fashion Hijab Modis,Yuk Inyip Saat Foto Bareng Nagita Slavina

Kelemahan sistem proporsional tertutup
Mahfud MD menyadari bahwa sistem proporsional tertutup juga memiliki kelemahan.

Namun, sistem ini akan memberikan kesempatan bagi partai untuk menentukan kadernya yang bakal lolos ke parlemen.

Sebab, penentuan calon terpilih dilakukan melalui nomor urut yang ditetapkan oleh partai.

"Memang ada positif negatifnya. Kalau dengan proporsional tertutup suap menyuap itu biasanya dilakukan borongan dari orang kepada pimpinan partai. Tapi kalau dengan sistem proporsional terbuka, suap itu biasa dilakukan secara eceran. Ke tukang terima uang di tingkat bawah," katanya.

"Sama ada buruk dan ada jeleknya. Yang penting kita mencari orang yang berkualitas," imbuhnya.

Mahfud mengatakan, nantinya KAHMI akan menyusun naskah akademik dan akan mengusulkannya pada pemerintah.

Ketua Pelaksana Halal bi Halal, Mohamad Khusaini mengatakan, sistem proporsional tertutup akan memgurangi biaya politik.

"Sekarang saat sistem terbuka memang demokrasi kita semakin maju. Tapi cost politiknya semakin besar," katanya. *

Artikel ini telah tayang di Kompas.com: https://regional.kompas.com/read/2019/06/30/19045501/mahfud-md-usulkan-pemilihan-sistem-proporsional-tertutup-untuk-dpr-ini

Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved