Stok Minyak Tanah di Ende Mencukupi

pihaknya memastikan bahwa stok minyak tanah di Kota Ende selalu tersedia.

Stok Minyak Tanah di Ende Mencukupi
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
OH TBBM Ende, Imanuel Peni 

Stok Minyak Tanah Di Ende Mencukupi

POS-KUPANG.COM|ENDE--Head Operation OH TBBM Ende, Imanuel Peni kepada Pos Kupang.Com, Sabtu (29/6/2019) mengatakan bahwa kalau sampai stok minyak tanah di Kota Ende khususnya kosong maka dirinya bisa “dipenggal”jadi dengan demikian tidak mungkin kalau minyak tanah di Kota Ende kosong karena pihaknya memastikan bahwa stok minyak tanah di Kota Ende selalu tersedia.

Imanuel mengatakan bahwa stok minyak tanah Depo Pertamina Ende tersedia sebanyak 1.013 kilo liter. Stok tersebut untuk memenuhi kebutuhan minyak tanah bagi 3 daerah yakni Ende, Ngada dan Nageko.

Dikatakan dengan stok yang ada tersedia untuk 26 hari kedepaan sehingga dengan demikian tidaklah logis kalau dikatakan bahwa stok minyak tanah di Kota Ende kosong.

Imanuel mengatakan penyaluran minyak tanah untuk tiga kabupaten setiap hari rata-rata sebanyak 40 hingga 45 kilo liter dengan perincian 20 hingga 25 kilo liter untuk Kabupaten Ende dan 10 kilo liter untuk Kabupaten Ngada serta Nagekeo 5 kilo liter.

Imanuel mengatakan bahwa secara tehknis pihaknya menyediakan minyak tanah untuk kebutuhan selama satu bulan dan akan dilakukan permintaan baru untuk bulan kemudian. Hal itu dilakukan terus menerus sebagai upaya untuk menjaga stok minyak tanah.

Pemda Ende Diminta Tata Kembali Penyaluran Minyak Tanah

CV Dona Konstruksi Siap Tanggung Jawab Terkait Pemasangan Listrik di Fatukoto TTS

Siap jadi Tuan Rumah, Persebata Ingin Boyong Piala El Tari Memorial Cup 2019 ke Kabupaten Lembata

“Kami diperintahkan untuk selalu menyedikan stok minyak tanah jadi dengan demikian tidak ada alasan bahwa minyak tanah habis,”kata Imanuel.

Tentang kondisi di lapangan yang ditemukan bahwa minyak tanah kerap habis, Imanuel hal itu sudah menjadi kewenangan pemerintah untuk menjaga proses penyaluran.

“Kalau untuk stok sebenarnya mencukupi namun kalau terjadi kelangkaan itu sudah menjadi kewenangan pemerintah setempat dalam menjaga proses penyaluran,”kata Imanuel.

Oleh karena itu pihaknya mengharapkan kepada pemerintah setempat untuk memperhatikan secara cermat dalam proses penyaluran sehingga minyak tanah bisa disalurkan secara baik kepada masyarakat.

“Tanggungjawab Pertamina adalah sebatas pintu keluar dari Depot Pertamina dan ketika sudah diluar sudah menjadi kewenangan dari pemerintah setempat dalam melakukan penyaluran dan juga pengawasan,”kata Imanuel.

Imanuel juga meminta kepada masyarakat untuk tidak panik dengan ketersediaan stok minyak tanah karena Pertamina memastikan bahwa stok minyak tanah selalu mencukupi.

“Tidak perlu melakukan aksi borong minyak tanah karena stok yang ada mencukupi. Jadi belilah minyak tanah sesuai dengan kebutuhan,” kata Imanuel.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romoaldus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved