Pemda Ende Diminta Tata Kembali Penyaluran Minyak Tanah

Pemda Ende dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ende diminta untuk lebih memperhatikan proses penyaluran minyak tabah di Ende

Pemda Ende Diminta Tata Kembali Penyaluran Minyak Tanah
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Jeriken berisi minyak tanah yang disita Satpol PP Kabupaten Ende. 

Pemda Ende Diminta Tata Kembali Penyaluran Minyak Tanah

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE- Pemerintah Kabupaten Ende dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ende diminta untuk lebih memperhatikan proses penyaluran minyak tanah di Kota Ende.

Dengan demikian, keberadaan minyak tanah bisa tersalurkan dengan baik kepada masyarakat melalui pangkalan minyak tanah yang ada di daerah tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Ende,Mikael Badeoda mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Sabtu (29/6/2019) di Ende.

Minyak Tanah Di Ende Kerap Menghilang Secara Misterius

Mikael mengatakan bahwa sesuai dengan pantuannya terlihat bahwa warga kerap menyerbu pangkalan minyak tanah ketika ada mobil tangki Pertamina datang untuk mendroping minyak tanah sehingga dengan demikian dalam beberapa jam saja minyak tanah yang tersedia di pangkalan langsung habis.

Mikael mengatakan yang dia tahu bahwa semestinya warga yang dekat dengan pangkalan yang membeli minyak tanah di pangkalan tersebut namun yang terjadi adalah warga dari mana saja dalam wilayah Kota Ende dengan menenteng jirigen langsung membeli minyak tanah yang ada di pangkalan yang jauh dari tempat tinggalnya.

Menurut Mikael fenomena yang terjadi kemungkinan karena warga merasa panik dengan ketersediaan minyak tanah sehingga mereka langsung menyerbu pangkalan minyak tanah ketika ada pendropingan minyak tanah.

Mikael mengatakan bahwa kepanikan warga terjadi karena warga merasa takut kehabisan minyak tanah maka ketika ada minyak tanah yang disalurkan warga langsung melakukan pembelian bahkan terkesan ada yang melakukan aksi borong.

Disperidag Ende Tata Kembali Proses Penyaluran Minyak Tanah

Terhadap hal yang ada, Mikael meminta kepada pemerintah untuk kembali menata proses penyaluran minyak tanah sehingga warga tidak dilanda kepanikan seperti yang terjadi saat ini.

Halaman
12
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved