Disperidag Ende Tata Kembali Proses Penyaluran Minyak Tanah

setiap hari Pertamina memasok minyak tanah ke Kota Ende antara 20 ribu hingga 25 kilo liter.

Disperidag Ende Tata Kembali Proses Penyaluran Minyak Tanah
POS-KUPANG.COM/ Romualdus Pius
Kadis Disperindag Kabupaten Ende, Sebastianus Bele 

Disperidag Ende Tata Kembali Proses Penyaluran Minyak Tanah

POS-KUPANG.COM|ENDE-- Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ende, Sebastianus Bele mengatakan terkait dengan adanya kelangkaan minyak tanah yang kerap kali terjadi di Kota Ende pihaknya akan menata dan mengevaluasi pasokan maupun proses penjualan kepada warga.

Kepada Pos Kupang.Com, Sabtu (29/6/2019) Sebas Bele mengatakan bahwa kelangkaan minyak tanah semestinya tidak terjadi karena setiap hari Pertamina memasok minyak tanah ke Kota Ende antara 20 ribu hingga 25 kilo liter.

Menurut Sebastianus Bele kelangkaan bisa terjadi apabila pasokannya sedikit namun yang aneh meskipun setiap hari ada pasokan dalam jumlah yang banyak namun juga kerap terjadi kelangkaan. “Ini yang kita heran apa mungkin ada penimbunan atau ada hal lain akan kita selidiki,”kata Sebas Bele.

Oleh karena itu pihaknya akan melakukan evaluasi soal kelangkaan yang kerap kali terjadi apa mungkin karena pasokan dari PT Pertamina yang masih kurang sehingga perlu ditambah.

Selain itu, mungkin perilaku pengecer yang sengaja menahan minyak tanah agar bisa dijual dengan harga yang tinggi.

Mobil Pengantin Dirampas di Jalanan di Bogor, Pengantin dan Rombongan lalu Kantor Polisi

ULP Sub Mbay Adakan Pemadaman Listrik pada Lokasi Ini di Mbay

VIDEO: Ratapan Anak-anak Panti Asuhan Eugene Smith Lembata: Ayah dan Ibu Teganya Dirimu

Sebas Bele mengingatkan kepada para pengecer ataupun siapa saja agar jangan coba-coba melakukan upaya penimbunan minyak tanah karena hal itu bertentangan dengan hukum dan apabila ditemukan maka yang bersangkutan bisa dikenai sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sebas Bele tidak menepis kemungkinan adanya penimbunan oleh oknum warga tertentu atau juga mungkin ada warga yang memborong minyak tanah dalam jumlah yang banyak karena dipicu oleh rasa kuatir tidak mendapatkan minyak tanah di waktu lain.

Sebas Bele mengatakan untuk mengantisipasi adanya aksi borong minyak tanah pihaknya telah mengeluarkan himbaun kepada semua pengecer agar tidak boleh menjual lebih dari dua jirigen kepada warga yang sama agar warga yang lain juga kebagian minyak tanah.

Fitri Tropica Lebih Banyak Makan saat Hamil Anak Pertama, Ternyata Tak Ngidam, Ini Kesukaanya

Pelaku Bacok Pengendara Motor di Tengah Jalan, Ternyata Begini Perilaku 2 Oknum Ini

Yos Dhenga : DPRD dan Pemerintah Wajib Mengurus Pendidikan di Nagekeo

Sebes Bele menjelaskan saat ini di Kota Ende ada 900 pangkalan minyak tanah dan setiap pangkalan mendapatkan jatah minyak tanah dua minggu sekali dari PT Pertamina.(Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved