Politisi PPP Arsul Sani Nilai Cukup Satu Partai Oposisi yang Gabung ke Koalisi Jokowi, Ini Tujuannya

Politisi PPP Arsul Sani Nilai Cukup Satu partai oposisi yang Gabung ke Koalisi Jokowi, Ini Tujuannya

Politisi PPP Arsul Sani Nilai Cukup Satu Partai Oposisi yang Gabung ke Koalisi Jokowi, Ini Tujuannya
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Anggota Komisi III dari Fraksi PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/5/2019). 

Politisi PPP Arsul Sani Nilai Cukup Satu partai oposisi yang Gabung ke Koalisi Jokowi, Ini Tujuannya

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) Arsul Sani berpendapat, koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf tak perlu menerima partai oposisi terlalu banyak. Hal ini demi keseimbangan antara partai pendukung pemerintah dan oposisi di parlemen.

"Kalau ini memang mau bertambah, supaya kekuatan penyeimbang di parlemen itu juga cukup walaupun minoritas, ya mestinya cukup satu saja (partai opisisi yang bergabung ke koalisi pemerintah)," ujar Arsul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (28/6/2019).

Ketua KPU Minta Semua Pihak Jalankan Putusan MK sebagai Tanggung Jawab Bersama

Arsul menilai parlemen tidak boleh dikuasai seluruhnya oleh satu koalisi saja. Peran oposisi dibutuhkan sebagai penyumbang kritik yang konstruktif untuk pemerintah.

Oleh karena itu jika bergabungnya partai oposisi ke koalisi pemerintahan begitu penting dalam rekonsiliasi, Arsul berpendapat sebaiknya satu partai saja.

Sementara itu, artai oposisi mana yang bergabung sebaiknya diserahkan kepada calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo.

34 Anak di Kota Kupang Jadi Korban Pencabulan

Arsul mengatakan semua partai oposisi pendukung Prabowo-Sandiaga harus mendapatkan kesempatan yang sama.

"Kalau beliau (Jokowi) itu mau membicarakannya, beliau pasti akan minta pandangan terlebih dulu dari para ketua umum partai yang sudah ada di KIK," ujar Arsul. (Kompas.com/Jessi Carina)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Politisi PPP Nilai Cukup Satu Partai Oposisi yang Gabung ke Koalisi Jokowi",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved