Persoalan Air Bersih di Matim Sedang Dibahas di Rapat Paripurna DPRD

Bupati Agas juga sudah meminta dinas teknis agar program air bersih harus dibangun kran ke rumah warga bukan bak umum.

Persoalan Air Bersih di Matim Sedang Dibahas di Rapat Paripurna DPRD
POS-KUPANG.COM/Aris Ninu
Bupati Matim, Agas Andreas, S.H, M.Hum saat peresmian Puskesmas Tilir di Kecamatan Borong, Matim. 

Persoalan Air Bersih di Matim Sedang Dibahas di Rapat Paripurna DPRD

POS-KUPANG-COM|BORONG--Persoalan air bersih di Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) kini sedang dibahas pemerintah dan dewan.

Yang mana usulan pemerintah agar BLUD SPAM Matim naik status menjadi PDAM perlu dituangkan dalam RPJMD Pemkab Matim.

Dengan demikian perubahan status tersebut bisa dilakukan pemerintah dalam waktu dekat.

DPRD Matim berharap dengan ada perubahan status tersebut persoalan air bersih di Borong bisa diatasi pemerintah.

Hari Ini, Ada Kapal Pelni Berlayar ke Makassar, Ini Jadwalnya

Buka Festival Epu Wewa Belen di Desa Kolontobo, Bupati Lembata Janji Bangun Tribun Grasstrack

Sebut Momen Bulan Madu Syahrini-Reino Barack Basi, Nikita Mirzani: Norak Banget!

"Kami sedang bahas persoalan air bersih di Matim. Kami bahas agar rencana perubahan status BLUD SPAM jadi PDAM bisa dimasukkan dalam RPJMD Kabupaten Matim. Kalau sudah dimasukkan dalam rencana program maka pengusulannya akan dibahas lebih mudah. Kami dari dewan akan tetap mendesak pemerintah mengatasi persoalan air yang selama ini dikeluhkan warga," kata Siprianus Habur, anggota DPRD Matim saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM di Borong, Jumat (28/6/2019) pagi.

Ia mengaku persoalan air bersih memang perlu disikapi dengan cepat oleh pemerintah.

"Maka itu kami sedang bahas," kata Siprianus.

Bupati Matim, Agas Andreas, S.H, M.Hum telah menegaskan, akan menaikkan status BLUD SPAM menjadi PDAM.

Dengan perubahan itu, maka PDAM bisa berdiri sendiri dan mengurus air bersih bagi warga.

Selain itu, Bupati Agas juga sudah meminta dinas teknis agar program air bersih harus dibangun kran ke rumah warga bukan bak umum.

"Setiap rumah tangga harus ada kran di maisng-masing rumah," kata Bupati Agas.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninus)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved