Pelanggar Pemilu Di Ende Divonis Penjara Dua Bulan Penjara

Terdakwa pelanggar Pemilu di Kabupaten Ende dijatuhi hukuman dua bulan penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Negeri Ende

Pelanggar Pemilu Di Ende Divonis Penjara Dua Bulan Penjara
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Tersangka Pelanggar Pemilu Di Ende Sesaat Hendak Mengikuti Sidang Di PN Ende, Rabu (27/6/2019). 

Pelanggar Pemilu Di Ende Divonis Penjara Dua Bulan Penjara

POS-KUPANG.COM|ENDE---Ee yang menyidangkan kasus tersebut pada Kamis sore (27/6/2019) di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Ende.

Informasi yang diterima Pos Kupang.Com dari Anggota Bawaslu Kabupaten Ende, Bastian Wena, Jumat pagi (28/6/2019) mengatakan bahwa pada tanggal 27 Juni 2019 pukul 15.30 Wita bertempat di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Ende telah dilaksanakan sidang pelanggaran Pemilu 2019 Kabupaten Ende dengan agenda pembacaan putusan.

Perkara Pemilu menyebabkan peserta pemilu tertentu mendapatkan tambahan suara atau perolehan suara peserta Pemilu menjadi berkurang (pasal 532 UU RI no 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu).

Terdakwa atas nama, Junedin Yunus, Spd dinyatakan telah terbukti bersalah menyebabkan peserta Pemilu tertentu mendapatkan tambahan suara atau perolehan suara peserta Pemilu menjadi berkurang (pasal 532 UU RI Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu) dengan putusan penjara 2 bulan dengan perintah agar terdakwa ditahan dan denda Rp 500.000 subsider 1 satu bulan kurungan.

Lima Belas Desa di Sumba Timur Selalu Alami Bencana Kekeringan Pada Setiap Tahun

Antisipasi Musim Kemarau, Petani Mabar Dihimbau Tanam Sayur Dan Palawija

Tunjangan Rumah dan Transportasi, Mantan Bupati Sikka Akui Diperiksa Kejagung RI

Gemar Berdandan Bukan untuk Suami, Ussy Sulistiawaty Kena Tegur dari Andhika Pratama

Dikatakan setelah dibacakan putusan oleh majelis hakin kemudian penasihat hukum terdakwa atas nama Petrus Wada, SH dan Penuntut Umum diberi waktu 3 hari untuk menentukan sikap terhadap putusan tersebut.

Sebelumnya diberitakan Bawaslu Kabupaten Ende melimpahkan 11 tersangka kasus pelanggaran Pemilu di Kabupaten Ende ke Kejaksaan Negeri Ende, Rabu (12/6/2019).

12 orang tersangka pelanggaran Pemilu itu masing-masing 11 orang berasal dari Kecamatan Detukeli dan 1 orang dari Kecamatan Nangapanda.

Anggota Bawaslu Kabupaten Ende, Bastian Wena mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Rabu (12/6/2019) di Ende.

Bastian mengatakan bahwa 11 orang dari Kecamatan Detukeli disangka melakukan pelanggaran Pemilu karena mereka melakukan pencoblosan surat suara lebih dari satu kali atas para caleg baik caleg DPRD 1 dan DPRD II juga DPD serta DPR RI dan Pilpres.

Atas tindakannya itu 12 orang tersangka diancam dengan hukuman penjara selama 1,6 tahun dan denda sebesar Rp 18 Juta karena melanggara pasal 516 UU No 7 tahun 2017.

VIDEO: Demi Akreditasi, Dokter, Perawat dan Pegawai RSUD Kefamenanu Bersaing Seperti Ini

Petrus Sebut Belum Ada Laporan Soal Kekeringan

Halaman
12
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved