MK Tolak Gugatan Prabowo-Sandi, Pengamat Hukum Muhammadiyah : Sudah Diprediksi

Mahkamah Konstitusi yang menolak permohonan gugatan pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga

MK Tolak Gugatan Prabowo-Sandi, Pengamat Hukum Muhammadiyah : Sudah Diprediksi
PK/NIA
Pengamat Politik UMK, Ahmad Atang

MK Tolak Gugatan Prabowo-Sandi, Pengamat Hukum Muhammadiyah : Sudah Diprediksi  

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pengamat hukum dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr Ahmad Atang mengatakan bahwa hasil sidang Mahkamah Konstitusi yang menolak permohonan gugatan pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno sudah diprediksi sebelumnya.

Ia menjelaskan bahwa banyak pengamat hukum sejak awal disidangkan sudah memprediksikan bahwa gugatan tersebut akan dimentahkan atau ditolak Mahkamah Konstitusi.

Hal ini terjadi karena tuntutan atau gugatan yang dilayangkan oleh pasangan Prabowo-Sandiaga dinilai sebagai gugatan yang lemah. Namun demikian, proses peradilan tetap harus diselesaikan sampai final.

"Hasil sidang MK malam ini yang menolak gugatan pasangan 02 sudah diprediksi oleh para pengamat hukum, bahwa tuntutan atau gugatan 02 lemah," ungkapnya kepada POS-KUPANG.COM pada Kamis (27/6/2019) malam.

Ia mengatakan bahwa, gugatan tersebut dilayangkan ke Mahkamah Konstitusi untuk mencari legitimasi yuridis terhadap persoalan hasil pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2019 itu. Menurutnya,hal itu dilakukan karena legitimasi politik dan legitimasi sosial masih menimbulkan interpretasi.

Yuk Simak! Kisah Prasasti di Lokasi Festival Epo Wewa Belen di Desa Kolontobo Lembata

BREAKING NEWS : Siswi SMA di Kabupaten Kupang Diduga Dijual Orangtua Jadi Budak Seks Seorang Kakek

Usai Menangi Sidang MK, Jokowi Langsung Terbang ke Jepang

"Ini ruang ke MK untuk mencari legitimasi yuridis karena legitimasi politik dan sosial menimbulkan interpretasi, maka ruang MK merupakan  ruang yang mengikat dan final," katanya.

Merespon apa yang diputuskan MK terkait gugatan tersebut berarti secara konstitusi pasangan nomor urut 01 ditetapkan KPU sebagai pemenang pilpres dan akan ditetapkan sebagai presiden-wakil presiden Republik Indonesia periode 2019-2024.

Terhadap keputusan ini, jelasnya, semua pihak harus tunduk termasuk pasangan 02 dan partai pendukung serta kuasa hukumnya.

Mereka harus menerima kekalahan ini secara elegan sehingga diharapkan tidak ada upaya dan jalan lain untuk mementahkan keputusan tersebut. Demikian pula pasangan 01 dan pendukung juga diimbau untuk tidak euforia.

"Kita harap para pendukung menerima secara legowo sebagai tahapan penyelesaian sengketa. Pasangan 01 juga agar tidak euforia berlebihan karena dalam proses ini tidak ada yang kalah menang," tuturnya.

Persoalan lemahnya gugatan, dijelaskan Ahmad, karena dalam proses peradilan di Mahkamah Konstitusi selalu sarat dengan alat bukti. Namun demikian,ia menyatakan bahwa tim pasangan 02 telah menghadirkan catatan kritis terkait pemilu dalam sidang sidang tersebut.

KPU Bakal Tetapkan Jokowi - KH Maruf Amin sebagai Presiden-Wapres Terpilih pada Hari Minggu Esok

Pesan Sandiaga, Cawapres Prabowo, Pasca Keputusan MK yang Menangkan Jokowi, Ternyata Ini Alasannya

BREAKING NEWS: Lagi, Dua Siswi SMA di Kota Kupang Dicabuli

"Catatan itu tidak mutlak diterima, demikian juga penyelenggara sudah siap untuk memberi jawaban terhadap tuduhan, serta pihak terkait yang juga siap dengan kuasa hukumnya," kata Ahmad.

Dalam proses ini, jelasnya, tentu publik (masyarakat Indonesia) mengambil hikmah karena perdebatan kualitas logika hukum yang luar biasa.

"Bagi saya, kalau kita lihat proses ini, ada perdebatan kualitas logika hukum sangat luar biasa. Publik mengambil hikmah dari proses sidang ini," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved