Kepala BPBD Sumba Barat Daya Belum Terima Laporan Kekeringan Membahayakan Warga

Kepala BPBD Sumba Barat Daya Belum Terima Laporan Kekeringan Membahayakan Warga

Kepala BPBD Sumba Barat Daya Belum Terima Laporan Kekeringan Membahayakan Warga
Dok OMK Paroki St. Simon Petrus Tarus
Kepala BPBD Sumba Barat Daya, Yohanes Tende, S.H 

Kepala BPBD Sumba Barat Daya Belum Terima Laporan Kekeringan Membahayakan Warga

POS-KUPANG.COM | TAMBOLAKA - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Barat Daya, Yohanes Tende, S.H di ruang kerjanya, Jumat (28/6/2019) mengatakan hingga saat ini, belum menerima laporan masyarakat tentang kondisi kekeringan yang membahayakan warga.

Kondisi kekeringan yang terjadi sekarang adalah hal biasa yang terjadi setiap tahun atau setiap perubahan musim kering ke musim hujan.

BPJS Kesehatan Cabang Kupang Layani Kateterisasi Jantung di Dua Rumah Sakit Kota Kupang

Hal itu berdasarkan kajian multi ancaman resiko bencana dimana Sumba Barat Daya masuk kategori daerah kekeringan. Karena itu kejadian kekeringan saat ini adalah hal biasa. Kejadian itu murni biasa terjadi setiap tahun.

Kekeringan dalam hal ini adalah kekeringan mendapatkan air bersih. Hal mana air dalam permukaan tanah turun ke perut bumi sehingga menimbulkan kekeringan dibeberapa titik di Sumba Barat Daya.

Ratusan Rato Marapu Sumba Pawai Keliling Sumba Barat Daya

Meski demikian, belum membahayakan warga. Kondisi puncak kekeringan itu biasa terjadi di bulan September hingga Oktober pada setiap tahunnya. Saat itu, pemerintah daerah dalam hal ini badan penanggulangan bencana daerah, biasanya mendroping air bersih ke beberapa wilayah yang mengalami kekeringan parah seperti di Kodi dan Loura.

Ia menyebutkan, saat ini, pihaknya hanya mendapat laporan masyarakat tentang bencana angin puting beliung yang menimpah beberapa rumah di wilayah Kodi dan pemerintah sudah membantunya.

Untuk mengantisipasi penanganan bencana alam di Sumba Barat Daya, demikian Yohanes Tende, dalam waktu dekat akan melaksanakan pula kegiatan pemetaan penanganan bencana melibatkan semua sektor terkait. Dengan demikian, bila terjadi bencana, sudah tahu apa yang harus dilakukan, sudah ada kesepakatan bersama sistem pengendalian bencana dan penanganannya. Pelatihan itu sangat penting mempersiapkan daerah ini menghadapi bencana nanti. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved