Jacki Uly: Sekolah Perempuan Hadir untuk Membangun Sikap Kritis

Anggota DPR RI, Jacki Uly memandang Sekolah Perempuan Tarus yang terletak di Tarus, Kabupaten Kupang,hadir untuk membangun sikap kritis kaum perempuan

Jacki Uly: Sekolah Perempuan Hadir untuk Membangun Sikap Kritis
POS-KUPANG.COM/ Paul Burin
Jacki Uly ketika melakukan tatap muka di Tarus, belum lama ini. 

Jacki Uly: Sekolah Perempuan Hadir untuk Membangun Sikap Kritis

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Anggota DPR RI, Jacki Uly memandang Sekolah Perempuan Tarus yang terletak di Tarus, Kabupaten Kupang, hadir untuk membangun sikap kritis kaum perempuan.

Di era ini, Jacki mengatakan, sikap kritis juga perlu dibarengi dengan kepedulian, solidaritas, kecakapan hidup dan berkomitmen menjadi pelaku perubahan sosial agar dapat membangun keluarga yang mandiri dan terbebas dari kemiskinan.

Ketika melakukan pertemuan di Tarus, belum lama ini, anggota Komisi III DPR RI ini mengatakan, sekolah perempuan ini juga dapat membentuk karakter kaum perempuan. Sebab di tangannya ada masa depan bangsa. Di tangan perempuan akan muncul pula pemimpin bangsa yang berkarakter.

15 Anak di Nagekeo Ikut Pelatihan Menulis Melawat Indonesia Timur

"Pemimpin bangsa itu terlahir dari sentuhan seorang perempuan yang lembut, yang selalu sabar dan memberi nilai-nilai sebagai pegangan hidup tapi tetap kritis," kata mantan Kapolda NTT ini.

Saat kunjungan reses Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2018- 2019, Jacki Uly didampingi Dra. Sofia Malelak de Haan yang juga anggota DPRD Kabupaten Kupang serta Ketua Sekolah Perempuan Tarus, Yerni Selly Bolu.

Baik Jacki Uly dan Sofia de Haan menjelaskan fungsi wakil rakyat, antara lain pengawasan, legislasi dan budgeting. Juga produk-produk hukum yang telah disusun.

Jacki menyampaikan terima kasih karena telah bertemu dengan ibu-ibu di Sekolah Perempuan Tarus. Ia berharap ibu-ibu mendapat pengetahuan yang luas tentang fungsi manajemen serta perencanaan yang baik, sehingga menjadi kader perempuan yang dapat berpikir secara sistematis dan sesuai rencana.

Kejari Sumba Timur Ikut Kampanyekan Anti Sampah Plastik

Ketua Sekolah Perempuan Tarus, Lisna Sau, melaporkan terkait banyak aduan seputar kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), ketidaklancaran administrasi kependudukan untuk kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) serta sulitnya memperoleh Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Lisna juga mengatakan, dalam bidang pertanian pemerintah agar memerhatikan kebutuhan akan pupuk. "Harapan atas perubahan yang lebih baik merupakan inti dari aspirasi ibu-ibu. Sudah saya catat dan akan saya perjuangkan lebih lanjut, dibantu juga oleh Ibu Sofia Malelak, pelopor berdirinya Sekolah Perempuan Tarus ini," ujar Jacki Uly. (Laporan Wartawan POS- KUPANG.COM, Paul Burin)

Penulis: Paul Burin
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved