Dampak Kekurangan Air Bersih Akibat Musim Kemarau Belum Dirasakan

Dampak kekurangan air bersih, baik untuk air konsumsi maupun air kebutuhan pertanian belum dirasakan di Kabupaten TTS.

Dampak Kekurangan Air Bersih Akibat Musim Kemarau Belum Dirasakan
POS-KUPANG.COM/ DION KOTA
Kadis Pertanian Kabupaten TTS, Otniel Neonane 

Dampak Kekurangan Air Bersih Akibat Musim Kemarau Belum Dirasakan

Laporan Reporter Pos Kupang. Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM | SOE- Dampak kekurangan air bersih, baik untuk air konsumsi maupun air kebutuhan pertanian belum dirasakan di Kabupaten TTS.

Diprediksi, kekurangan air bersih baru akan dirasakan pada Agustus mendatang.

Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTS, Yusuf Ale mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan atau mendeteksi adanya desa yang mengalami kekurangan air bersih untuk konsumsi.

Kisah Unik Bupati Amon Djobo Dijilat Kambing

Pasalnya saat ini debit air pada sumber air permukaan dan kali masih cukup tersedia.

Diperkiraan, sumber-sumber mata air permukaan dan kali akan mulai mengering karena debit air turun pada Agustus mendatang.

"Untuk saat ini walaupun sudah memasuki musim kemarau tetapi debit air permukaan dan kali masih cukup tersedia. Kita perkirakan pada Agustus mendatang baru bencana kekeringan mulai berdampak di Kabupaten TTS," ungkapnya kepada pos kupang.com, Jumat (28/6/2019) melalui sambungan telepon selulerenya.

Pihak BPBD sendiri lanjut Yusuf sudah mendeteksi desa-desa yang akan mengalami kekurangan air bersih. Sedikitnya ada 35 desa yang tersebar di 15 kecamatan akan mengalami kekurangan air bersih dampak dari sumber mata air dan kali yang mengering.

Yuk Simak! Kelompok Tani Bersaudara di TTS Ubah Padang Rumput Jadi Kebun Sayuran

Untuk itu, BPBD Kabupaten TTS sudah melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi NTT guna mengantisipasi hal tersebut. Seperti tahun 2018, BPBD Kabupaten TTS akan meminjam dua mobil tangki air bersih milik Propinsi guna membantu mendistribusikan air bersih ke titik-titik yang mengalami kesulitan air bersih.

"Sama seperti tahun kemarin kalau untuk mengatasi masalah kekurangan air bersih di desa-desa kita lakukan Pendistribusi air bersih dengan menggunakan mobil tangki. Satu mobil tangki air bersih milik BPBD Kabupaten TTS ditambah 2 unit milik BPBD Propinsi NTT akan dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTS, Otniel Neonane mengaku sejauh ini dampak musim kemarau belum berdampak pada ketersediaan air irigasi. Pasalnya saat ini para petani baru saja melakukan panen padi. Namun khusus MT 2 tahun 2019 (April-September), luas lahan basah yang ditanami dengan padi akan menurun jika dibandingkan dengan MT 1. Jika pada MT 1 ada sekitar 2.410 Ha lahan yang ditanami padi, maka pada MT 2 hanya 750 Ha lahan yang akan ditanami padi.

Penantian 16 Tahun Jemaat GPDI Karmel Oesao Terjawab

"Kalau sekarang dampak musim kemarau belum dirasakan para petani karena mereka baru saja panen. Nanti pada MT 2 baru akan dirasakan karena luas area tanam akan berkurang lebih dari setengah bagian jika dibandingkan MT 1," jelasnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved