BPBD Belu Siapkan Rp 125 Juta Untuk Beli Air Bersih Untuk Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Belu melalui BPBD menyediakan anggaran senilai Rp 125 juta untuk pengadaan air bersih bagi masyarakat

BPBD Belu Siapkan Rp 125 Juta Untuk Beli Air Bersih Untuk Masyarakat
POS-KUPANG.COM/ Teni Jenahas
Kepala BPBD Kabupaten Belu, Alfonsius Kehi 

BPBD Belu Siapkan Rp 125 Juta Untuk Beli Air Bersih Untuk Masyarakat

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA- Pemerintah Kabupaten Belu melalui Badan Penangggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Belu sudah menyediakan anggaran dari APBD II senilai Rp 125 juta untuk membeli air minum bersih bagi masyarakat.

Dana ini mulai dieksekusi sekitar bulan Juli atau ketika masuk musim krisis air minum di sejumlah desa di Kabupaten Belu. Masalah kekurang air minum bersih saat musim kemarau hampir terjadi di setiap kecamatan di Kabupaten Belu.

Hal ini dijelaskan Kepala BPBD Kabupaten Belu, Alfonsius Kehi saat dikonfirmasi Pos Kupang.Com, Jumat (28/6/2019).

Cuaca di Sepuluh Lokasi Wisata Terkenal di Pulau Sumba Siang Hari Ini Cerah Berawan

Menurut Alfons, pemerintah sudah mengantisipasi masalah kekurangan air bersih saat musim kemarau yang berlangsung dari Juli hingga akhir November. Untuk tahun 2019, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 125 juta melalui BPBD sebagai dana tanggap darurat.

Dana tersebut akan dimanfaat untuk membeli air minum bersih bagi masyarakat di desa-desa yang mengalami krisis air minum bersih.

Apabila dana tersebut habis terpakai maka BPBD akan mendapatkan dana bantuan dari pemerintah pusat. Saat ini dua staf BPBD sedang mengikuti bimtek di Jakarta dalam rangka pengelolaan dana dari pemerintah pusat di bidang penanganan bencana.

Di Pemprov NTT, 118 Paket Sudah Selesai Dilelang

Menurut Alfons, alokasi anggaran di BPBD II hanya bersifat tanggap darurat manakala ada masalah krisis air minum bersih secara besaran-besaran. Saat ini sudah belasan desa yang mengajukan permohonan bantuan air minum bersih kepada pemerintah.

Terkait permohonan tersebut, BPBD akan mendistribusikan air minum bersih ke desa menggunakan mobil tangki, baik tangki milik pemerintah maupun swasta. Untuk mobil tangki pemerintah saat ini standby di kecamatan agar lebih dekat jangkauannya dengan lokasi sasaran.

Menurut Alfons, sesuai pengalaman dua tahun terkahir, keluhan masyarakat tentang krisis air minum bersih mulai menurun karena pemerintah sudah mengintervensi dengan program sumur bor dan jaringan air bersih, baik dilakukan pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat.

Ini yang Dilakukan RSUD Kefamenanu untuk Persiapan Akreditasi

Meski demikian, masih ada juga desa-desa di Belu yang belum memiliki sumur bor dan jaringan air bersih sehingga setiap tahun masyarakat di desa yang bersangkutan masih mengalami krisis air minum bersih saat musim kemarau.

Kemudian, saat terjadi kemarau panjang, terkadang air di sumur bor kering. Begitu juga debit air di sumber mata air yang menggunakan sistem bak penampung berkurang. Akibatnya, distribusi air tidak merata bahkan habis sama sekali. Kondisi ini yang biasa terjadi di Kabupaten Belu sehingga saat sumber mata air kering pemerintah siap membantunya. (*).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved