Petani Mengeluh Jika Musim Tanam Tiba Kadang Stok Pupuk Habis

Kendala yang mereka alami adalah saat musim tanam padi tiba kadang stok pupuk yang mereka butuhkan sedang kosong atau habis.

Petani Mengeluh Jika Musim Tanam Tiba Kadang Stok Pupuk Habis
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur KM 1. III Kanan, Stanislaus Keli (52). 

Petani Mengeluh Jika Musim Tanam Tiba Kadang Stok Pupuk Habis

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur KM 1. III Kanan, Stanislaus Keli (52) mengungkapkan bahwa pihaknya sering mengalami kendala disaat musim tanam padi disawah.

Kendala yang mereka alami adalah saat musim tanam padi tiba kadang stok pupuk yang mereka butuhkan sedang kosong atau habis.

"Kendala yang kami alami itu menyangkut pupuk kalau mau tanam stok habis. Pupuk urea, Ponska atau MPK. Itu yang petani butuh. Bisa dengan dua minggu sampai satu bulan baru stok ada lagi," ujar Stanislaus, kepada POS KUPANG.COM di Mbay Kabupaten Nagekeo, Kamis (27/6/2019).

Ia mengungkapkan kendala lain tidak ada. Sementara harga pupuk stabil.Pupuk jenis Urea Rp. 90.000 perkarung dan MPK/Ponksa 115.000 rupiah per karung.

Bupati Korinus Yakini Revolusi Peternakan dan Swasembada Daging Sukses

Anda Wajib Tahu, Ada 10 Bahan Makanan Tidak Boleh Dimakan Mentah-mentah

Sellha Penyapu Jalan Jakarta yang Viral Karena Cantik Ditabrak Sepeda Motor Lawan Arah Saat Bertugas

Semarakan HUT ke 68, IBI Kabupaten Kupang Gelar Aneka Kegiatan

"Kami ambil pupuk di Urea di bapa Thomas Wae, MPK atau Ponska di Tokoh Utama. Itu melalui kelompok semua," ujarnya.

Ia mengatakan selain itu kendala soal parit yang sudah jebol dan butuh perhatian dari dinas terkait.

Karena jika tidak diperbaiki maka air tidak akan mengalir dengan baik. Air parit kebanyakan keluar dari dalam parit dan mengalir bebas dilahan yang kosong.

Sebelumnya, Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, mengikuti penanaman perdana jagung di kawasan irigasi KM 1. III Kanan.

Pada kesempatan itu ia memantau kondisi parit yang jebol dan butuh perhatian sehingga bisa diperbaiki.

Ia mengatakan memang petani harus butuh pendampingan yang itens. Sehingga persoalan-persoalan yang dialami petani bisa cepat diketahui dan cepat ditanggapi.

"Pendampingan kita tidak serius. Kekurangan dipendampingan," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved