Minggu, 12 April 2026

Kuota Murid Baru SMA/SMK di TTS Belum Terisi Penuh

Kuota siswa baru untuk SMA/SMK tahun ajaran 2019/2020 di Kabupaten TTS belum terisi penuh.

Penulis: Dion Kota | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ DION KOTA
Ketua panitia penerimaan murid baru SMK Kristen Soe, Rhony Atonis 

Kuota Murid Baru SMA/SMK di TTS Belum Terisi Penuh

Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE- Kuota siswa baru untuk SMA/SMK  tahun ajaran 2019/2020 di Kabupaten TTS belum terisi penuh.

Oleh sebab itu, SMA/SMK masih akan membuka pendaftaran murid baru guna mengisi kuota yang tersisa.

Pantau pos Kupang di SMK Kristen Soe dari kuota 400 siswa baru, saat ini baru terisi 260 siswa baru. Oleh sebab itu pembukaan masih akan tetap dibuka hingga 10 Juli mendatang.

Hal yang sama juga terjadi di SMA Negeri 1 Mollo Selatan. Dari kuota 150 murid baru, baru terdaftar 98 Pendaftar. Oleh sebab itu panitia masih akan tetap membuka pendaftaran hingga tanggal 15 Juli mendatang.

Daftar Secara Online SMAN 1 Ende Masih Kurang 30 Siswa

Ketua panitia penerimaan murid baru SMK Kristen Soe, Rhony Atonis mengatakan, pihaknya membuka pendaftaran secara offline sejak 1 Juni lalu.

Saat ini dari 400 kuota murid baru untuk 10 rombongan belajar, baru terisi 260 murid pendaftar. Oleh sebab itu panitia tetap membuka pendaftaran hingga 10 Juli mendatang.

"Kuota kita baru terisi sekitar 60 persen. Oleh sebab itu kita terus membuka pendaftaran murid baru secara offline hingga 10 Juli mendatang. Kita tetap optimis kuota kita akan tetap terisi penuh," ungkapnya kepada pos kupang.com, Kamis (27/6/2019) di ruang kerjanya.

Hanya 7 Sekolah Di Ende Yang Gunakan Cara Online Pendaftaran Siswa Baru

Hal senada juga diungkapkan Kepala SMA Negeri 1 Mollo Selatan Yehuda Sanam. Ia mengatakan dari kuota 150 murid baru, baru terisi 98 Pendaftar. Oleh sebab itu panitia tetap akan membuka pendaftaran hingga 15 Juli mendatang.

Ia tak menampik jika pendaftaran siswa baru di SMA Negeri 1 Mollo Selatan tidak mengikuti juknis. Mulai dari tidak menggunakan sistem zonasi hingga waktu pendaftaran.

Pasalnya, jika mengikuti sistem zonasi maka sekolah tersebut terancam tidak memiliki siswa baru.

"Kita buka offline dari tanggal 1 Juni saja kuota kita yang 150 belum terisi penuh. Kalau kita ikut juknis bisa-bisa kita tidak dapat murid baru. Bagaimana tidak, sekolah kita letaknya di tengah kawasan hutan, jauh dari pemukiman bagaimana bisa pakai sistem zonasi. Saya sudah lapor kondisi ini ke propinsi dan mereka bisa mengerti. Jadi kita tetap buka pendaftaran hingga 15 Juli," pungkasnya.

Terkait PPDB Online, SMAN 2 Waingapu Masih Kurang 45 Peserta

Diberitakan pos Kupang sebelumnya, Dalam pendaftaran penerimaan murid baru di SMA Negeri 1 Soe, panitia penerimaan murid baru menemukan adanya pelamar yang memalsukan alamat domisili saat melakukan pendaftaran secara online.

Hal ini dilakukan agar si pendaftar bisa masuk zona satu sehingga menjadi prioritas.

Namun aksi tidak terpuji ini terungkap saat calon murid baru yang bersangkutan melakukan verifikasi berkas usai mendaftar secara online. Dalam verifikasi tersebut diketahui data alamat yang diisi saat pendaftaran online berbeda dengan alamat pada kartu Keluarga. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved