Gubernur NTT Tetapkan Kelimutu Sebagai Pariwisata Estate

Gubernur NTT, Victor Laiskodat menepatkan kawasan Kelimutu, sebagai salah satu lokasi pariwisata estate pada tahun 2019.

Gubernur NTT Tetapkan Kelimutu Sebagai Pariwisata Estate
IST
Danau Kelimutu berubah warna 

Gubernur NTT Tetapkan Kelimutu Sebagai Pariwisata Estate

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE- Gubernur NTT, Victor Laiskodat menepatkan kawasan Kelimutu, sebagai salah satu lokasi pariwisata estate pada tahun 2019.

Oleh karena itu maka dipandang perlu mengembangkan secara terpadu Taman Nasional Danau Kelimutu. Kedepannya Taman Nasional Danau Kelimutu dikembangkan menjadi wilayah Geopark Kelimutu sehinga Kelimutu akan terdaftar menjadi bagian dari jaringan geopark dunia atau Unesco Global Geopark (UGG), sehingga nantinya NTT akan memiliki Geopark dunia selain yang ada di Jawa Barat dan Bromo di Jawa Timur.

Wakil Bupati Ende, Drs Djafar Achmad dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Setda Ende, Kosmas Nyo mengatakan hal itu pada pembukaan kegiatan focus group discussion (FGD) Pariwisata di Kabupaten Ende, Kamis (27/6/2019) di Wisma Emaus, Ende.

Live Streaming Penyampaian Putusan MK Hari Ini: Tokoh yang Demo Hanya Cari Panggung Politik

“Kami menyambut baik pelaksanaan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pariwisata Estate yang dilaksanakan pada hari ini. Karena konsep pembangunan Pariwisata berkelanjutan akan memberikan manfaat ekonomis yang tinggi bagi masyarakat lokal dan masyarakat Kabupaten Ende pada umumnya.

Apa yang dihasilkan pada hari ini harus dapat menjadi kebijakan yang efektif untuk digunaan dalam pengembangan sektor pariwisata dan sektor lainnya sebagai multi effect dari pembangunan pariwisata berkelanjutan,”katanya.

Selanjutnya perlu ada strategi khusus dalam implementasi program dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan budaya masyarakat di Kabupaten Ende sehingga yang dikejar bukan saja tujuan ekonomi tetapi juga sosial budaya dan adat istiadat yang dapat menjadi daya tarik wisata dengan memilihara integritas keanekaragaman budaya yang ditunjang dengan sistem kehidupan masyakarat local,ujar Wabup Djafar.

Disperindag NTT Gelar Focus Group Discussion Pariwisata di Ende

Dengan adanya Program Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam pengembangan pariwisata estate ring of beauty, dimana kawasan pengembangan pariwisata yang telah ditentukan berada di desa, sehingga komponen milik desa selanjutnya disingkat dengan BUMDes ini merupakan kekuatan ekonomi baru di wilayah pedesaan.

Dikatakan UU No 6 tahun 2014 tentang desa memberikan payung hukum atas BUMDes sebagai pelaku ekonomi yang mengelola potensi desa secara kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Peranan BUMDes dalam pengembangan pariwisata menjadi penting karena perannya sebagai pelaku ekonomi yang mengelola potensi desa secara kolektif.

Kebijakan yang perlu diambil Pemerintah Daerah dalam pengembangan BUMDes adalah peningkatan kapasitas SDM pengelola BUMDes dan penguatan usaha BUMDes berdasarkan potensi desa dan produk unggulan desa dan penguatan jejaring pemasaran (kemitraan usaha) produk unggulan desa melalui BUMDes, BUMDes bersama dengan pelaku usaha yang ada di tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan antar Provinsi,ujar Wabup Djafar.

Masyarakat Harus Ambil Manfaat Aktivitas Pariwisata Kelimutu

Selain itu Pemerintah Provinsi dan Kabupaten berupaya untuk dapat meningkatkan skala usaha BUMDes dengan memperluas usaha yang sesuai potensi desa dan produk unggulan desa.

Pemerintah Daerah bersama usaha pariwisata terus terus berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisata baik wisata manca negara maupun nusantara untuk berwisata ke Lokasi –lokasi wisata yang ada. Disamping terus menata dan mengemas produk wisata.

Konsep pengembangan pariwisata dengan menetapkan desa sebagai pusat pengembangan wisata identik dengan pengembangan desa wisata, masyakakat desa harus ditingkatkan kemampuannya untuk dapat mengambil manfaat dari keberadaan potensi dan daya tarik desanya. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved