Di Persidangan, Jafar Umar Thalib Peluk Hennock Mudi Niki

Di Persidangan, Jafar Umar Thalib Sebagai Eks Panglima Laskar Jihad Indonesia Peluk Hennock Mudi Niki

KOMPAS.com/HIMAWAN
Mantan Panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib bersama pengikutnya saat berdamai dengan warga yang alat suara di rumahnya dirusak oleh Jafar dan pengikutnya di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (27/6/2019). 

Di Persidangan, Jafar Umar Thalib Sebagai Eks Panglima Laskar Jihad Indonesia Peluk Hennock Mudi Niki

POS-KUPANG.COM | MAKASSAR - Mantan Panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib memeluk Hennock Mudi Niki, pemilik rumah yang dirusak Jafar dan pengikutnya di Koya Barat, Jayapura, Papua.

Peristiwa ini terjadi ketika tim jaksa penuntut umum menghadirkan Hennock serta istri, anak, dan seorang tetangganya sebagai saksi.

Sidang Putusan Sengketa Pilpres 2019 - MK Tolak Dalil Prabowo-Sandi soal Ajakan Berbaju Putih

Ketika Hennock ditanya oleh ketua majelis hakim Suratno apakah bersedia untuk berdamai, Hennock langsung mengiyakan.

Rumah Hennock sempat didatangi Jafar dan pengikutnya dengan membawa samurai sekitar pukul 05.30 WIT pada 27 Februari 2019 lalu.

"Sebagai manusia, kita memaafkan. Bisa memaafkan, tapi proses persidangan tetap berjalan," kata Hennock di Ruang Sidang Harifin Tumpa, PN Makassar, Kamis (27/6/2019).

MK Tak Setuju Dalil Paslon 02 soal Kecurangan Pemilu Perupa Penyalahgunaan APBN

Mendengar pernyataan Hennock, Hakim Suratno kemudian menanyakan Jafar Umar Thalib apakah bersedia meminta maaf. Jafar pun mengiyakan dan berdiri menyalami Hennock beserta istri dan anaknya, serta seorang tetangga Hennock yang bernama Maria.

Dalam kesaksiannya di hadapan majelis hakim, Hennock berkata kepada majelis hakim bahwa perusakan yang dilakukan Jafar beserta pengikutnya adalah pada satu set sound system, speaker, dan juga toa yang dipasang di rumahnya.

"Tidak ada rumah yang rusak sedikit pun," kata Hennock.

Hennock mengatakan bahwa perusakan itu dilakukan ketika ia menyalakan musik dari rumahnya sekitar pukul 05.15 WIT.

Ia juga mengakui jika sebelumnya pada tahun 2016 silam, ia pernah ditegur pihak kepolisian karena menyalakan suara musik yang cukup keras.

Apalagi jarak rumahnya dengan tempat ibadah hanya sekitar 100 meter. "Memang pernah ada polisi yang masuk untuk memberi tahu," jawab Hennock saat ditanya oleh pengacara Jafar.

Ketika speaker dirusak oleh pengikut Jafar, Hennock mengakui ada dua orang pengikut Jafar yang masuk ke rumahnya dengan membawa samurai. Keduanya lalu merusak speaker miliknya.

Hennock mengatakan bahwa kerugian yang dialaminya sekitar Rp 20 juta. Mendengar hal ini, Jafar pun menjamin akan mengganti kerugian itu. "Iya kami pasti ganti," kata Jafar sebelum sidang ditutup. (Kompas.com/Himawan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Di Persidangan, Eks Panglima Laskar Jihad Indonesia dan Korban Saling Memaafkan",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved