Tangis Haru Sambut Putusan Bebas Terdakwa Kasus Penggelembungan Suara Pemilu

Tangis haru keluarga dan kerabat pecah usai majelis hakim menutup persidangan dengan agenda pembacaan putusan dalam kasus pelanggaran pemilu di Kota K

 Tangis Haru Sambut Putusan Bebas Terdakwa Kasus Penggelembungan Suara Pemilu
Pos Kupang.com/Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG Terdakwa Frengky Sula bersama keluarga usai sidang putusan yang membebaskan dari dakwaan pelanggaran Pemilu di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang pada Selasa (25/6/2019) sore. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Tangis haru keluarga dan kerabat pecah usai majelis hakim menutup persidangan dengan agenda pembacaan putusan dalam kasus pelanggaran pemilu di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Keluarga dan kerabat yang ikut dalam persidangan di ruang Cakra Pengadilan Negeri Kelas 1 Kupang pada Selasa (25/6/2019) sore itu lalu langsung berdiri dan memeluk terdakwa, Frengky L Sula usai sidang ditutup.

Frengky yang mengenakan kemeja lengan pendek lurik biru putih itu pun tak dapat menahan tangisnya saat berpelukan dengan beberapa wanita anggota keluarganya itu.

Pemda NTT Sudah Terbitkan Pergub Tentang Sophia

Frengky yang didakwa melakukan pelanggaran pemilu melakukan penggelembungan suara anggota legislatif Kota Kupang di TPS 07 Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang pada tanggal 17 April 2019 lalu diputuskan tidak bersalah oleh majelis hakim yang diketuai oleh Teddy Windiartono, SH, M.Hum dalam sidang tersebut.

Nama Pemain Madura United yang Akan Diturunkan vs Persebaya Surabaya: Balde Kemungkinan Cadangan

"Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penggelembungan suara sebagaimana didakwakan dalam dakwaan primair maupun subsider sehingga dibebaskan dari segala dakwaan, memulihkan hak hak terdakwa dan menerapkan barang bukti," ujar hakim Teddy yang saat itu didampingi oleh dua hakim anggota Prasetyo Hutomo SH dan Reza Tyrama SH.

Jelang Semifinal Piala Indonesia, Ini 5 Pemain Persija Jakarta ALami Cedera vs Borneo FC

Saat mendengar putusan tersebut, Frengky yang didampingi oleh dua kuasa hukumnya, Novan Erwin Manafe, SH dan Bildad Torino Tonak, SH tampak tenang. Demikian pula dengan Jaksa penuntut umum (JPU), Cristan Malaka.

Saat majelis hakim menyampaikan waktu untuk banding saat sebelum penutupan sidang, jaksa penuntut umum dan tim kuasa hukum terdakwa tidak memberikan komentar atas putusan majelis hakim tersebut.

Dalam kasus ini, terdakwa Frengky Sula dituntut selama lima bulan kurungan penjara dan denda senilai Rp 20 juta subsider satu bukan kurungan penjara.

Jaksa pada Sentra Gakkumdu Kota Kupang mendakwa Frengky melanggar Pasal 532 Undang Undang Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Pemilihan Umum dalam kasus dugaan penggelembungan suara di TPS 07 Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang pada Pemilu tahun 2019. (*)

Halaman
1234
Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved