Narkoba yang Digagalkan di Atambua dari Filipina, YUK dengar Penjelasan Kapolres Belu

4.874 butir narkoba jenis MDMA/ekstasi yang digagalkan Bea Cukai Atambua di PLBN Motaain, Kabupaten Belu, Provinsi NTT merupakan jaringan internasiona

Narkoba yang Digagalkan di Atambua dari Filipina, YUK dengar Penjelasan Kapolres Belu
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
KONPERS--Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing bersama Kepala Bea Cukai Atambua, Tribuana Wetangterah dan Kepala BNK Belu, Ferdinandus Bone Lau saat konferensi pers kasua narkoba, Rabu (26/6/2019). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Sebanyak 4.874 butir narkoba jenis MDMA/ekstasi yang digagalkan Bea Cukai Atambua di PLBN Motaain, Kabupaten Belu, Provinsi NTT merupakan jaringan internasional. Kasus ini sedang ditangani penyidik Narkoba Polres Belu.

Dalam konferensi pers, Rabu (26/6/2019) Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing menjelaskan, hasil penyelidikan polisi, narkoba yang digagalkan itu berasal dari negara Filipina yang dibawa oleh orang yang berinisial JG ke Timor Leste.

Selanjutnya barang haram tersebut diberikan kepada tersangka berinisial JSP untuk diselundupkan ke Indonesia. JSP adalah warga Timor Leste. Dia sebagai kurir yang dibayar oleh warga Filipina sebesar 200 dollar per hari untuk membawa narkoba ke Indonesia melalui pintu PLBN Motaain.

Ketua DPRD NTT Promosi TNK dan Wae Rebo saat Pembukaan Munas ADPSI, Apresiasi untuk Mendagri

Rencananya narkoba senilai Rp 4,8 M itu dibawa ke Jakarta melalui Kupang. Orang yang menerima narkoba tersebut di Kupang berinisial HS, warga Jakarta yang saat itu juga berhasil ditangkap aparat kepolisian.

Menurut Kapolres Tobing, dua tersangka yang diamankan di PLBN Motaain adalah tersangka JSP dan AS yang keduanya berstatus suami istri.

Kedua tersangka masih ditahan di Mapolres Belu sambil menunggu proses hukum selanjutnya. Sedangkan satu tersangka berinisial HS ditahan di Kupang.

Modus yang dilakukan tersangka adalah mereka membawa barang haram tersebut dengan cara dibungkus menggunakan kemasan plastik warna hitam dan dimasukkan ke dalam sebuah printer.

Ezechiel NDouassel jadi Man of The Match Persib Bandung, Segini Reaksi Robert Alberts

Menurut Kapolres, atas perbuatan tersebut tersangka dapat dijerat dengan Pasal 102 huruf e jounto Pasal 103 huruf c Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan jounto Pasal 113 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan tuntutan hukuman pidana minimal empat tahun maksimal hukuman seumur hidup.

Menurut Kapolres, keberhasilan penggagalan upaya penyelundupan narkoba ini merupakan hasil kerja bersama lintas sektor demi menjaga wilayah perbatasan NKRI dari masuknya barang-barang berbahaya bagi masyarakat.

Kenferensi pers dihadiri Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing, Kepala Bea Cukai Atambua, Tribuana Wetangterah, Kepala BNK Belu, Ferdinandus Bone Lau. Saat konferensi pers, polisi menghadirkan kedua tersangka. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved