Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI Sosialisasikan Kode Etik Dan Tata Cara Beracara di Polda NTT

Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI Sosialisasikan Kode Etik Dan Tata Cara Beracara di Polda NTT

Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI Sosialisasikan Kode Etik Dan Tata Cara Beracara di Polda NTT
POS-KUPANG.COM/ RYAN NONG
Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman memberikan cinderamata kepada perwakilan Tim MKD DPR RI usai kegiatan kunjungan kerja yang berlangsung di Aula Rupatama Polda NTT pada Rabu (26)62019) sore. 

Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI Sosialisasikan Kode Etik Dan Tata Cara Beracara di Polda NTT

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat (MKD) Republik Indonesia menggelar kunjungan kerja di wilayah NTT pada Rabu (26/6/2019). Kunjungan kerja ini dilaksanakan dalam rangka sosialisasi kode etik dan tata beracara mahkamah kehormatan dewan di Polda NTT dan Kejaksaan Tinggi NTT.

Kunjungan kerja yang dipusatkan di Ruang Rupatama Markas Polda NTT, jalan Soeharto Kelurahan Naikoten Kecamatan Kota Raja Kota Kupang NTT tersebut berlangsung sekira dua jam, sejak pukul 13.30 Wita hingga pukul 15.30 Wita.

Kunjungan yang dilaksanakan dalam bentuk dialog dan sosialisasi ini diikuti oleh Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman dan para pejabat utama serta Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Jony Manurung beserta jajaran pejabat Kejati NTT. Sedang dari tim MKD terdiri dari 10 anggota yang dipimpin ketua tim Tubagus Sumanjaya.

Brigpol Krispianus Ola dari Polres Belu Jadi Polisi Teladan Nasional. Ini Prestasinya

Anggota MKD, Taufik R Abdullah kepada wartawan usai kunjungan mengatakan sebagai mahkamah yang memiliki tugas untuk melakukan penanganan pelanggaran dan persidangan anggota dewan maka perlu untuk melakukan sosialisasi terhadap para penegak hukum di daerah untuk menciptakan kesepahaman, sinergi dan kerjasama dalam penanganan perkara oleh anggota dewan.

"Mahkamah kehormatan dewan ini memiliki tugas untuk melakukan menyidangkan atau menangani pelanggaran oleh anggota dewan, nah karena ini mahkamah artinya sebuah peradilan oleh karena itu kita perlu melakukan sosialisasi terhadap para penegak hukum di daerah, ada kepolisian dan kejaksaan," ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Ia menjelaskan, kepentingannya tentu adalah bagaimana kedepan akan bisa menjalin kerjasama dalam beberapa hal agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penyelesaian perkara karena banyak persoalan yang terkait dengan etik itu juga persoalan pidana, meskipun tentunya tidak semua persoalan etik itu persoalan pidana.

ADPSI Usulkan Anggota DPRD Jadi Kontestan Pilkada Tidak Harus Mengundurkan Diri

"Ketika ada persoalan etik yang itu masuk dalam pidana maka persoalan itu ditangani oleh penegak hukum. Kita MKD tidak ikut menanganinya, ini kan harus ada pemahaman bersama," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, lanjutnya, MKD memperoleh masukan dari para penegak hukum soal proses pemanggilan anggota dewan yang terkena masalah etik atau pidana.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved