Jaksa Sita Barang Bukti Padi 45 Ton di Malaka

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) menyita barang bukti berupa padi 45 ton yang didroping oleh tersangka Emanuel Poli ke Malaka sebelumnya

Jaksa Sita Barang Bukti Padi 45 Ton di Malaka
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
BONGKAR BB---Barang bukti berupa padi 45 ton diamankan di Kejari Belu, Rabu (26/6/2019). 

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) menyita barang bukti berupa padi 45 ton yang didroping oleh tersangka Emanuel Poli ke Malaka sebelumnya.

Penyitaan barang bukti ini atas izin pengadilan demi proses hukum lebih lanjut. Kasus ini ditangani Polda NTT yang saat ini masuk tahap penyerahan barang bukti dan tersangka ke Jaksa Penuntut Umum.

Karena lokus perkaranya berada di wilayah hukum Kejari Belu maka barang bukti dibawa ke Kejari Belu untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Atambua.

Pemda Nagekeo Kirim 32 Orang Atlet Ikut Popda di Kupang, Intip Targetnya

Hal itu dikatakan Jaksa Peneliti Kejati NTT, Anton Lona didampingi Kasi Pidum John Purba kepada wartawan di Kejari Belu, Rabu (25/6/2019).

Menurut Anton, penyitaan barang bukti itu atas izin pengadilan karena kasus tersebut sudah tahap penyerahan barang bukti dan tersangka ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Jaksa menyita barang bukti tersebut di Kabupaten Malaka, Selasa malam (25/6/2019) dan dibawa ke Kejari Belu. Sedangkan tersangka masih dalam perjalanan dari Kupang menuju Atambua.

Menurut Anton, kronologis kasus ini sesuai berkas perkara adalah tersangka Emanuel Poli menyebarkan benih padi tidak bersertifikat atau tidak melalui uji laboratorium.

Pengantim Perempuan Tewas saat Berhubungan Mesum Maraton 48 Jam dengan Suami, Ini Aksinya

Emanuel adalah Pengurus Koperasi Petani di Oesao, Kabupaten Kupang.
Ia membeli padi dari Jawa yang tidak bersertifkat. Lalu ia membuat lebel sendiri dan dikirim ke Malaka  untuk didstribusikan kepada petani penerima manfaat program bantuan tunai dari Kementerian Pertanian.

Namun setelah benih padi tiba Malaka, petugas dari Dinas Pertanian melakukan sortir sesuai protap. Setelah disortir ditemukan padi yang dikirim itu tidak layak diedarkan ke petani sehingga dibuatkan berita acara untuk tidak diedarkan.

Total uang yang diterima tersangka dari para petani lebih kurang Rp 400 juta dan tersangka sudah mengembalikan uang tersebut melalui Dinas Pertanian Malaka.

Tersangka melanggar UU nomor 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dengan ancaman pidana maksimal lima tahun.

Jelang Semifinal Piala Indonesia, Ini 5 Pemain Persija Jakarta ALami Cedera vs Borneo FC

Kasi Pidum Kejari Belu, Jhon Purba saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) hari ini menerima tersangka dan barang bukti dari penyidik Polda.

Selanjutnya JPU akan menyusun formulasi dakwaan agar dalam waktu dekat bisa disidangkan. Tersangka akan ditahan di Kejari Belu selama 20 hari ke depan sambil menunggu persidangan. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved