Lembata Batasi Jam Putar Musik Saat Pesta Malam Hari, Ini Sanski Bagi yang Melanggar

satu poin yang dibahas saat itu adalah pembatasan penggunaan musik saat pesta di malam hari. Sesuai kesepakatan bersama, musik di tempat pesta harus s

Lembata Batasi Jam Putar Musik Saat Pesta Malam Hari,  Ini Sanski Bagi yang Melanggar
Foto/Dokumen Humas Polres Lembata/
Polres Lembata kembali menggelar rapat koordinasi dengan Tokoh Agama, Tokoh Mayarakat, Tokoh Pemuda, TNI, Pemerintah Daerah, dan pihak APMS Lewoleba guna membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Lembata. Rapat ini dipimpin langsung oleh Kapolres Lembata, AKBP JANNES H.SIMAMORA, SH,MH didampingi Danramil Lewoleba dan Kasat Pol PP di Aula Bhayangkari Polres Lembata, Senin (24/6/2019) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-KUPANG-Polres Lembata kembali menggelar rapat koordinasi dengan Tokoh Agama, Tokoh Mayarakat, Tokoh Pemuda, TNI, Pemerintah Daerah, dan pihak APMS Lewoleba guna membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Lembata.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Kapolres Lembata, AKBP JANNES H.SIMAMORA, SH,MH didampingi Danramil Lewoleba dan Kasat Pol PP
di Aula Bhayangkari Polres Lembata, Senin (24/6/2019).

Salah satu poin yang dibahas saat itu adalah pembatasan penggunaan musik saat pesta di malam hari. Sesuai kesepakatan bersama, musik di tempat pesta harus sudah dimatikan atau dinonaktifkan pada pukul 24.00 Wita.

Pelatih Madura United Bocorkan Kunci Sukses Berhasil Tahan Imbang Persib Bandung

Kapolres Lembata, AKBP JANNES H.SIMAMORA, SH,MH melalui
Kabag Ops Polres Lembata AKP Marthin Hardjon ketika dikonfirmasi di hari yang sama mengungkapkan apabila tuan pesta memiliki izin keramaian dan melanggar aturan ini maka sesuai kesepakatan pelanggar wajib menyetor uang sebesar Rp 500 ribu ke panti asuhan. Bukti setoran itu harus diterima pihak Polres Lembata.

"Kalau tidak dilakukan penyitaan alat musik atau soundsystem," tegasnya saat ditemui di Polres Lembata.

Apabila tidak memiliki izin keramaian dari kepolisian, pelanggar yang memutar musik lebih dari batas waktu pukul 24.00 Wita akan dikenai sanksi sesuai Perda No.12 Tahun 2012 tentang ketertiban umum yakni denda senilai Rp10 juta. Aturan ini, kata dia, sudah disepakati bersama dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan sudah berlaku di wilayah hukum Polres Lembata saat ini. Kesepakatan ini akan terus disosialisasikan kepada masyarakat oleh pemerintah daerah dan tokoh agama di Kabupaten Lembata terutama mengenai Perda No.12 Tahun 2012.

Bupati dan Wakil Bupati TTS Ambil Apel Di Kecamatan Perbatasan, Ini Tujuannya

"Penekanannya polisi tidak pernah melarang orang membuat pesta, tapi yang disepakati itu musiknya dibatasi sampai jam 12 sedangkan pestanya mau berlanjut sampai pagi ya silakan. Musiknya saja karena sangat mengganggu ketertiban," ujar Marthin.

Lanjutnya, perihal penegakkan perda merupakan kewenangan Pemda dalam hal ini Polisi Pamong Praja tetapi masih belum berjalan baik saat ini.

"Ketika ada masalah masalah begitu, mereka seolah menyalahkan polisi, ada tebang pilih. Padahal tidak begitu."

Rapat koordinasi yang digelar juga bertujuan untuk menegaskan kembali apa yang sudah disepakati dalam nota kesepahaman.

Hal lain yang dibahas adalah perihal pemberlakuan atau ijin penggunaan mercon/kembang api dan kendala antrean kendaraan yang mengisi BBM di Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) Lewoleba.

"Antrean BBM yang begitu panjang setiap hari yang mengganggu lalulintas," katanya.
Peserta rapat mengusulkan agar pemberlakuan kendaraan berplat ganjil dan genap yang sudah digagas oleh pihak Polres Lembata lebih efisien dan dapat mengurai kemacatan di depan APMS ketika mengisi BBM.

Diusulkan juga supaya pihak APMS berlakukan kembali aturan tersebut yang sudah berjalan baik, tanpa ada kemacetan saat antre, dan pemberlakuan plat ganjil genap akan diatur jamnya.

Selain itu, pihak APMS mengatur waktu buka dan tutup pengisian BBM di APMS, seperti kalau pagi buka pukul 07.00 Wita, dan tutup 18.00 Wita. (*)

Persib Bandung Dikabarkan akan Tukar Status Kandang dengan Persija ?

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved