Jelang Putusan MK, Warga di Malang yang Tergabung dalam KMPK Serukan Indonesia Damai

Jelang Putusan MK, Warga di Malang yang Tergabung dalam KMPK Serukan Indonesia Damai

Jelang Putusan MK, Warga di Malang yang Tergabung dalam KMPK Serukan Indonesia Damai
KOMPAS.com/ANDI HARTIK
Sejumlah warga yang tergabung dalam Komite Malang Peduli Keadilan (KMPK) saat menggelar aksi di depan Balai Kota Malang, Selasa (25/6/2019). 

Jelang Putusan MK, Warga di Malang yang Tergabung dalam KMPK Serukan Indonesia Damai

POS-KUPANG.COM | MALANG - Menjelang sidang putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), sejumlah warga yang tergabung dalam Komite Malang Peduli Keadilan ( KMPK) menggelar aksi di depan Balai Kota Malang, Selasa (25/6/2019).

Mereka menyuarakan rasa kerinduannya pada Indonesia yang damai. Aksi itu dimulai dengan shalat gaib dan pembacaan tahlil untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia.

Dipanggil tak Datang, Pelawak Nurul Qomar Dijemput dan Langsung Ditahan, Ini Kasusnya

Setelah itu, dilanjutkan dengan orasi dan deklarasi damai. "Kami yang mencintai negeri ini, yang merah putih, yang merah berani untuk membela kebenaran yang putih bersih bahwa negeri ini diperjuangkan dalam rangka untuk membawa kesejahteraan, adil dan makmur," kata Koordinator aksi Haris Budi Kuncahyo.

"Kalau kemudian kami tidak menggelorakan Indonesia damai di mana-mana, maka negeri ini akan terpecah-pecah, maka kami tidak akan pernah kompromi dengan sikap politik apapun atas nama apapun yang kemudian akan mencerai beraikan negeri ini," jelasnya.

Yel-yel Suporter PSPS Pekanbaru Dinilai Hina Gubernur Riau, Begini Reaksi Pemuka Adat

Haris meminta semua pihak untuk menghargai proses yang ada di Mahkamah Konstitusi (MK), termasuk keputusannya. Menurutnya, siapa pun yang akan memimpin Indonesia kedepan harus diterima dan didukung.

"Kalau nanti ada pemilihan pemimpin pasca-keputusan itu, siapa pun yang terpilih itu harus didukung. Dan kalau ada yang salah kami ingatkan, cara mengingatkan banyak, lewat tulisan, lewat parlemen, lewat jalanan tapi jangan pernah sampai bikin kerusakan, bikin anarki, bikin kehancuran dan sebagainya," katanya.

Haris tidak mempersoalkan pihak-pihak yang berjuang di MK. Namun begitu, Haris meminta supaya perjuangan melalui jalan konstitusi itu tidak menimbulkan kerusakan.

Menurutnya, semua pihak harus menjaga sikap kenegarawanan dengan cara mengendalikan diri. Sebab, rakyat Indonesia sudah merindukan rasa kedamaian.

"Kalau kemudian ada yang berjuang di MK di Bawaslu, KPU silakan itu. Tetapi ingat jangan bikin kerusakan. Dan tidak pernah ajaran agama apapun, kepercayaan apapun yang mengajarkan kerusakan," katanya.

"Makanya kami hari ini harus pandai-pandai mengendalikan diri, mengendalikan hawa nafsu, dan kita rindukan Indonesia damai itu bukan hanya slogan, tetapi fitrah manusia ingin damai. Karena dengan damai itu bisa berakselerasi, bisa menyampaikan ide," terangnya.

Diketahui, Mahkamah Konstitusi akan menyampaikan sidang putusan sengketa Pilpres 2019 pada Kamis (27/6/2019) nanti. (Kompas.com/Andi Hartik)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jelang Putusan MK, Warga di Malang Serukan Indonesia Damai",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved