Gadis 20 Tahun di TTS-NTT, Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara Akibat Mencuri HP

Selfiana Baitanu (20) terancam hukuman penjara selama 5 tahun akibat mencuri 2 unit handphone milik Juliani Zalukhu warga kobelete, Kecamatan Kota Soe

Gadis 20 Tahun  di TTS-NTT, Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara Akibat Mencuri HP
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH., MH 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Selfiana Baitanu (20) terancam hukuman penjara selama 5 tahun akibat mencuri 2 unit handphone milik Juliani Zalukhu warga kobelete, Kecamatan Kota Soe. Selfiana tertangkap saat hendak membayar biaya reset salah satu handphone hasil curiannya di konter multi media Cell.

Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH., MH yang dikonfirmasi pos kupang.com, Selasa (26/6/2019) membenarkan penangkapan gadis 20 tahun yang melakukan aksi pencuri handphone. Jamari menguraikan, kasus pencurian tersebut terjadi pada Sabtu (22/6/2019) siang.

Awalnya, pelaku bertamu ke rumah korban dengan maksud hendak melamar pekerjaan. Namun setelah melihat situasi rumah yang sepi, justru membuat pelaku nekat melakukan aksi pencurian.

" Pelaku ini awalnya bertamu ke rumah korban, namun setelah pintu depan rumah korban yang dalam keadaan terbuka diketok dan dipanggil-panggil tidak ada yang menjawab. Hal ini membuat pelaku mengalikan niatnya dari melamar pekerjaan ke mencuri.

Pelaku memanfaatkan jendela kamar korban yang dalam keadaan terbuka untuk masuk ke kamar korban. Usai masuk ke kamar korban, pelaku langsung menggasak dua unit handphone korban yang sementara disimpan di atas meja," tutur Jamari.
Usai menggasak dua unit handphone, pelaku lalu keluar melalui jendela kamar korban dan meninggal rumah korban.

Saat pelaku melakukan aksinya, korban diketahui sedang memasak di dapur bersama teman-temannya. Karena asyik bercerita, suara ketukan pintu dan panggilan dari pelaku tidak terdengar.

Aksi pencurian tersebut baru diketahui saat korban masuk ke kamarnya dan tidak menemukan lagi dua unit handphonenya.

" Salah satu handphone hasil curiannya dijual di kawasan pasar baru dengan harga cuma Rp.40.000. usai menjual handphone yang pertama, pelaku hendak mereset handphone yang kedua untuk digunakan sendiri namun karena biaya reset mencapai 300 ribu dan pelaku tidak memiliki uang yang cukup akhirnya pelaku menitipkan handphone tersebut ke konter multi media Cell. Pelaku berjanji akan kembali ke konter untuk mengambil handphon tersebut pada Senin (25/6/2019) dengan membawa uang biaya reset.

Naasnya saat hendak mengambil handphone tersebut, pemilik konter justru menghubungi polisi untuk menangkap pelaku.

"Saat mengetahui handphonenya hilang, korban berkeliling konter dengan membawa dos handphone yang dicuri guna mengecek keberadaan handphonenya di konter-konter handphone. Saat tiba di konter multi media Cell, korban menemukan handphonenya.

Korban lalu melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Bersama pemilik konter, kami mengatur strategi penangkapan pelaku. Dan pelaku berhasil dibekuk pada Senin kemarin saat hendak mengambil handphone curiannya," pungkasnya.

Usai ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Mapolres TTS guna dilakukan pemeriksaan. Pelaku langsung ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan di sel tahanan Mapolres TTS. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved