Renungan Harian

Renungan Harian Kristen Protestan Senin 24 Juni 2019, "Doa Bukan Sebuah Pertunjukan"

Renungan Harian Kristen Protestan Senin 24 Juni 2019, "Doa Bukan Sebuah Pertunjukan"

Renungan Harian Kristen Protestan Senin 24 Juni 2019,
DOK Pribadi
Pdt. Dina Dethan, MTh 

(Tidak bisa satu orang/ satu kelompok klaim bahwa itu dia punya bapa sendiri dan karena itu ketika dalam gereja orang lain bilang bapa kami, dia bilang bapa saya di sorga.)

Dengan menyebut bapa kami di surga Tuhan Yesus tidak hanya maumengatakan bahwa kita punya bapa yang sama, tetapi juga Bapa yang peduli.

Sebagai Bapa, Allah sangat mengenal kita. Ia melihat apa yang kita lakukan di tempat tersembunyi (6:4, 6, 18). Ia mengetahui kebutuhan kita (6:8, 32). Ia selalu memberikan yang baik bagi kita (7:11).

Sebagai Allah yang ada di surga, Bapa adalah Raja atas semesta. Langit adalah tahta-Nya (5:34). Dia adalah penguasa yang realisasi kerajaan-Nya kita doakan setiap hari (6:9c). Kehendak-Nya menjadi kesukaan kita (6:10).

Hal yang lain dari doa Bapa kami ialah: Berdoa berarti menyandarkan hidup kepada Allah (ayat 11-13). Tiga hal yang disebutkan di bagian ini – makanan, pengampunan, dan kelepasan dari pencobaan – merupakan kebutuhan kita setiap hari.

Sulit membayangkan kita bisa bertahan dan menikmati hidup tanpa tiga hal ini.

Meminta makanan setiap hari (ayat 10) menyiratkan kesadaran kita bahwa makanan lebih merupakan berkat Allah daripada hasil pekerjaan.

Bagi para pendengar mula-mula yang bekerja sebagai buruh harian, doa ini sangat relevan. Jika mereka sakit, mereka tidak dapat bekerja. Jika tidak bekerja, mereka tidak akan bisa makan.

Karena itu, mereka perlu belajar untuk bersandar kepada Allah.

Kata “kesalahan” dan “orang yang bersalah” (ayat 11) secara hurufiah berarti “hutang” dan “orang yang berhutang” Jika demikian, betapa banyaknya hutang kita setiap hari, baik kepada Allah maupun orang lain! Kita memerlukan pengampunan setiap hari.

Setiap hari kita juga membutuhkan kelepasan dan kemenangan dari pencobaan (ayat 12-13a). Iblis selalu menggoda kita. Iblis jauh lebih kuat dan berpengalaman daripada kita.

Dengan kekuatan sendiri kita tentu tidak mampu bertahan. Hanya dengan bersandar pada Allah kita akan mengalahkan Iblis.

Doa adalah relasi khusus dengan Allah, tetapi mau menunjukkan bahwa Allah yang Maha Tinggi, maha, besar maha kuasa, dapat dijumpai sebagai bapa.

Dalam hal apapun kita membutuhkan hubungan khusus dengan Bapa.

Bapa juga tau yang terbaik bagi anak-anakNya.

Asalkan doa-doa kita bukanlah sebuah rutinitas, tontonan atau untuk mendapat pujian, tetapi doa yang penuh penyerahan diri seperti yang telah diajarkan Yesus. Tuhan memberkati kita semua dengan FirmanNya. Amin.

(*)

Editor: Eflin Rote
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved