Potensi Garam di Malaka Harus Dimanfaatkan Demi Kemakmuran Rakyat

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran terus berjuang agar pontensi yang dimilki Kabupaten Malaka harus dimanfaatkan secara optimal

Potensi Garam di Malaka Harus Dimanfaatkan Demi Kemakmuran Rakyat
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran bersama pimpinan perangkat daerah meninjau lokasi lokasi tambak dan industri garam di lokasi Rabasa, Rabu (3/4/2019). 

Potensi Garam di Malaka Harus Dimanfaatkan Demi Kemakmuran Rakyat

POS-KUPANG.COM| BETUN--Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran terus berjuang agar pontensi yang dimilki Kabupaten Malaka harus dimanfaatkan secara optimal demi kemakmuran rakyat Malaka.

Salah satu potensi yang dimiliki Malaka adalah garam yang saat ini sudah mulai dikelolah oleh investor.

Bupati Stef mengatakan demikian hampir di setiap kesempatan. Dengan memanfaatkan seluruh potensi daerah, rakyat Malaka akan sejahtera.

Menurut Bupati Stef, investasi industri garam di Malaka memberikan keuntungan yang besar bagi masyarakat Malaka seperti penyerapan tenaga kerja.

Bupati Stef mengatakan, kebijakan pemerintah dalam usaha tambak dan industri garam ini menjadi usaha bersama. Investor menyiapkan modal dan teknologi sedangkan lahan disiapkan masyarakat dan pemerintah daerah.

Sogok Benang Ikat Tenun Disidangkan di PN Maumere

Pegawai Kantor Gubernur NTT Lari Berhamburan

VIDEO: Ada Pasar Unik Bernama Katemak #BetaBaper, Pengunjung Belanja Pakai Loit, Seperti Apa Itu

Konsep usaha bersama ini akan lebih awet karena masyarakat merasa memiliki terhadap usaha tersebut dan akan menjaga usaha tersebut sampai anak dan cucu.

Sebelumnya, dalam beberapa kali pertemuan dengan pihak pemerintah, perwakilan PT IDK Kabupaten Malaka, Natalia Seran mengatakan, saat ini PT IDK menggarap sekitar 300 lebih hektare rincian 286 hektare di Weseben dan 34 hektare di Rabasa.
Sesuai perhitungan teknis, jumlah produksi garam per hektare mencapai 100 ton.

PT IDK telah mempekerjakan tenaga lokal sebanyak 101 orang dengan upah sesuai dengan upah minimum provinsi senilai Rp 1.900.000 per bulan. Penyerapan tenaga kerja dalam investasi garam ini baik sebagai tenaga teknis perusahan dan buruh.

Natalia Seran mengatakan, PT IDK melaksanakan kegiatan investasi tambak dan industri garam sesuai prosedur yang berlaku.

Ular Sanca 17 Kg yang Tewaskan Tuannya Dibunuh Warga lalu Dikubur Berdampingan, Ini Kronologinya

BREAKING NEWS: Gempa M 7,7 Guncang Maluku Barat Daya, Getaran Terasa Hingga Kupang

Para tenaga kerja sekaligus pemilik lahan yakni Alfonsius Seran mengatakan, kehadiran PT IDK telah memberikan keuntungan bagi masyarakat terutama pemilik lahan dalam hal penyerapan tenaga kerja. Semua pemilik lahan menjadi tenaga kerja perusahan.

Pekerja lainnya, Baltasar Bria mengatakan, sebelum PT IDK hadir, ia hanya seorang petani biasa yang tidak memiliki pendapatan tetap.

Namun, setelah bekerja di PT IDK, ia memiliki pendapatan tetap sehingga ia mendukung kehadiran PT IDK untuk mengembangkan industri garam di wilayah tersebut. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved