Mutasi Kajati NTT Tidak Terkait Pengungkapan Kasus Korupsi di NTT

Mutasi Kajati NTT Tidak Terkait Pengungkapan Kasus Korupsi di Provinsi NTT

Mutasi Kajati NTT Tidak Terkait Pengungkapan Kasus Korupsi di NTT
POS KUPANG/THOMMY MBENU
Kejati Provinsi NTT Febrie Adriansyah, SH, MH. 

Mutasi Kajati NTT Tidak Terkait Pengungkapan Kasus Korupsi di Provinsi NTT

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Mutasi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Timur Dr. Febrie Adriansyah, SH, MH, ditegaskan tidak terkait proses pengungkapan kasus korupsi yang tengah gencar dilaksanakan.

Demikian diungkapkan Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM pada Senin (24/6/2019) petang.

Hari Pertama PPDB 2019, Ini yang Ditemukan Ombudsman RI Perwakilan NTT

Abdul Hakim bahkan menyatakan bahwa mutasi yang dilaksanakan di pucuk pimpinan Kejaksaan Tinggi NTT itu sebagai sebuah rutinitas penyegaran dalam organisasi.

Ia mengatakan, Kajati Febrie Adriansyah yang telah bertugas selama 1 tahun dan 3 bulan di NTT mendapat promosi jabatan dengan mendapat tugas dan jabatan baru sebagai direktur penuntutan jaksa agung muda pidsus Kejaksaan Agung RI. Menurutnya, jabatan di lingkungan kejaksaan paling lama dijabat selama dua tahun dan paling cepat minimal setahun.

"Untuk Kejati NTT hanya beliau yang dimutasi. Yang jelas sudah ada SK pindah, hanya Sertijabnya yang belum," ujar Abdul Hakim.

ACT Beri Penghargaan Legenda Voli Indonesia, Pascal Wilmar

Terkait pandangan bahwa mutasi ini terjadi saat Kejati NTT sedang gencar mengungkap kasus kasus Mega korupsi, tegas dibantah Abdul Hakim. Ia mengatakan, indikasi tersebut tidak benar karena pergeseran jabatan atau mutasi dilaksanakan untuk banyak pejabat. Ia menerangkan bahwa banyak jabatan lowong karena ada pergeseran dan pergerakan pejabat, sehingga perlu ada yang mengisi jabatan tersebut.

"Tidak ada itu, karena SK-nya rame rame ada banyak pejabat, kecuali kalau SK-nya beliau sendiri baru itu mungkin ada apa apanya atau aneh, tapi ini banyak, sekitar 15 sampai 20 orang yang bergerak," katanya.

Ia menegaskan, mutasi yang dilakukan ini semata mata merupakan bentuk promosi dan penyegaran.

"Bukan hanya beliau, kalau beliau sendiri ya patut diduga, ini tidak ada hubungan (dengan kasus), karena betul betul untuk penyegaran dan mengisi kekosongan karena direktur penuntutannya baik ke kelas 1," sanggahnya.

Terkait proses pengungkapan beberapa kasus korupsi besar yang kini tengah ditangani pihaknya, ia menegaskan tetap akan dilanjutkan oleh pejabat baru.

"Akan melanjutkan, karena setiap pergantian ada komitmen untuk tetap melanjutkan seluruh kerja yang berjalan, baik yang sedang Lidik maupun sidik, semuanya tetap berjalan," tegasnya.

Pejabat baru yang akan menggantikan Febri Ardiansyah, lanjut Abdul Hakim adalah mantan Wakil Kajati DKI Jakarta Pathor Rohman SH, MH. Namun terkait pelaksanaan serah terima jabatan saat ini belum dikonfirmasi karena belum ada pemberitahuan dari Kejaksaan Agung. Namun katanya, Sertijab akan dilaksanakan di Jakarta dalam waktu dekat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved